Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

KESETARAAN PEREMPUAN BALI DALAM BERWIRASWASTADI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) UNDA KABUPATEN KLUNGKUNG

Ida Bagus Astika PidadaI Nengah Mileh
Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya (Sinta 4)Vol. 0 No. 030 Juli 2022
DOI10.22225/kulturistik.6.2.4986

Abstrak

Daerah Aliran Sungai (DAS) Unda terletak 1 km di sebelah timur Kota Klungkung. DAS Unda bersumber 7 buah sungai antara lain : Sungai Telagawaja, Sungai Sah, Sungai Masin, Sungai Mangening, Sungai Krekuk, Sungai Barak dan Sungai Bajing. Batas hulu (utara) DAS Unda yakni Sungai Telagawaja termasuk Desa Selat, Kecamatan Klungkung sedangkan bagian hilir (selatan) sungai ini di Banjar Karangdadi dan Banjar Pesurungan yaitu di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. Berhubung banyaknya sumber mata air di hulu sungai ini, maka DAS Unda tidak pernah kering sampai saat ini. Di DAS Unda banyak batu dan pasir apalagi setelah meletusnya Gunung Agung tanggal 18 Pebruari 1963, masyarakat di sepanjang sungai ini banyak memperoleh kehidupan. Demikian halnya dengan perempuan Bali tidak mau ketinggalan dengan laki – laki melakukan aktivitas di DAS Unda. Perempuan Bali terkenal keramah tamahannya, setia, rajin, tekun, sabar dan ulet. Berdasarkan situasi ini, perempuan Bali membantu mencari nafkah maupun pekerjaan lain. Kesetaraan perempuan Bali di DAS Unda dengan laki – laki dapat dilihat antara lain: pada galian c yakni menggali pasir dan batu, usaha warung, peminjaman uang, upacara agama, beternak, menanam bunga dan sayur serta mencuci.

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

KESETARAAN PEREMPUAN BALI DALAM BERWIRASWASTADI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) UNDA KABUPATEN KLUNGKUNG | Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya | Publiora