PENGGUGATAN KANONISASI SASTRA MELALUI MEDIA SIBER KARYAKARSA
Abstrak
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa pengaruh besar pada kehidupan manusia modern. Salah satunya termasuk pada bidang kesuasastraan yang ditandai dengan kemunculan sastra siber yang berbentuk digital. Proses distribusi melalui media internet membawa perubahan baru pada produksi yang lebih efisien karena tidak mengandalkan alat-alat cetak konvensional dengan modal yang besar. Setiap masyarakat jadi memiliki kesempatan yang sama sebagai pengarang yang bebas mengekspresikan dan mengeksplorasi karyanya tanpa keterikatan dan keterkekangan badan legitimasi sastra yang melakukan praktik kanonisasi. Proses seleksi yang sulit tersebut yang menjadi motif penguat mengapa sastra siber semakin berkembang dan diminati karena pengarang dan pembaca mengeluarkan usaha yang lebih kecil untuk menciptakan, mendistribusikan, atau mengakses karya orang lain. Pada ranah sastra siber keterjaminan finansial tidak begitu besar bagi pengarang. Hal tersebutlah yang kemudian memunculkan berbagai media sastra siber baik berupa aplikasi maupun website yang mudah diakses tetapi dengan regulasi royalti yang lebih memberikan keuntungan secara penuh tanpa potongan bea distribusi dan produksi sebagaimana pada distribusi karya cetak yang konvensional. Penelitian pada artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan analisis terhadap objek kajian serta studi dokumen sebagai data penguatnya.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan BudayaArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
