The Tradition of Eating bajamba in Stimulating Early Childhood Social Emotional Development
Abstrak
Perkembangan sosial emosional anak yang perlu distimulasi dengan menekankan aspek 3 hal yaitu kesadaran diri, bertanggungjawab dan prilaku prososial. Hal ini dapat distimulus melalui kegiatan tradisi makan bajamba yang merupakan tradisi masyarakat Minangkabau melalui kegiatan makan bersama mengelilingi talam (dulang) dengan duduk bersila untuk laki-laki dan bersimpuh untuk perempuan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana kegiatan tradisi makan bajamba dalam menstimulus aspek perkembangan sosial emosional anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data melalui proses reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa melalui tradisi makan bajamba, perkembangan sosial emosional anak dalam hal kesdaran diri, bertanggungjawab dan prilaku prososial dapat terstimulasi dengan baik. Terlihat pada hasil observasi,mayoritas anak dalam aspek kesadaran diri tercapai 80% terstimulasi, 70% dalam aspek bertanggungjawab, dan 75% aspek prilaku prososial. Masing-masing pencapaian indicator ini didapat melalui aktivitas kegaiatan makan bajamba mulai dari awal sampai akhir kegiatan. Selain itu, program ini membantu anak-anak lebih menghargai budaya, serta membangun hubungan yang lebih harmonis dengan teman dan keluarga.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia DiniArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
