Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Dampak Perceraian Di Luar Pengadilan Terhadap Hak Nafkah Anak (Studi Kasus Di Desa Mendala Kecamatan Sirampog)

Amelin Heranti, Amelin Heranti
Khuluqiyya: Jurnal Kajian Hukum dan Studi Islam (Sinta 4)Vol. 0 No. 031 Januari 2022
DOI10.56593/khuluqiyya.v4i1.77

Abstrak

Abstract In Indonesia divorce has been regulated in article 39 (1) of Law no. 1 of 1974 concerning marriage that: "Divorce can only be carried out in front of a Religious Court trial after the Religious Court has tried and failed to reconcile the two parties". The focus of the problem this time is whether or not the provision of a living for parents, especially the male as the father and as the person in charge of the income, especially when the couple is divorced. The results of this study reveal that the factors that cause the people of Mendala Village to still divorce out of court, namely: Economic factors, there are still many people who think that divorce in court takes a long time, people do not want to bother dealing with courts, lack of legal awareness. And from divorce outside the court, the child's right to support is not fulfilled.   Kata kunci: Perceraian di luar sidang, hak nafkah, Maqhāsid al-Syarī‘at.   Abstrak Di Indonesia perceraian telah diatur dalam pasal 39 (1) Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang  perkawinan bahwa : “Perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang Pengadilan Agama setelah Pengadilan Agama tersebut berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak”. Fokus permaslahan kali ini adlah apakah berjalan atau tidak pemberian nafkah orang tua terutama laki-laki sebagai ayah dan sebagai penanggung jawab atas nafkah tersebut terlebih ketika pasngan tersebut telah bercerai. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa  Faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat Desa Mendala masih banyak melakukan perceraian di luar pengadilan yaitu: Faktor ekonomi, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa bercerai dipengadilan memakan  waktu yang lama,  masyarakat tidak mau repot berurusan ke pengadilan,  kurangnya kesadaran hukum. Dan dari perceraian di luar sidang pengadilan menjadikan tidak terpenuhinya hak nafkah anak. Keywords: Divorce outside the court, the right to a living, Maqhāsid al-Syarī'at.

Kata Kunci

Perceraian di luar sidang, hak nafkah, Maqhāsid al-Syarī‘at

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Khuluqiyya: Jurnal Kajian Hukum dan Studi Islam

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Dampak Perceraian Di Luar Pengadilan Terhadap Hak Nafkah Anak (Studi Kasus Di Desa Mendala Kecamatan Sirampog) | Khuluqiyya: Jurnal Kajian Hukum dan Studi Islam | Publiora