Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Hermeneutika Heidegger dalam Memahami Perjanjian Perkawinan

Chaula Luthfia
Khuluqiyya: Jurnal Kajian Hukum dan Studi Islam (Sinta 4)Vol. 0 No. 07 November 2019
DOI10.56593/khuluqiyya.v1i2.33

Abstrak

Perjanjian perkawinan merupakan perjanjian pra-nikah yang biasadilakukan oleh calon pengantin, baik pihak laki-laki dan perempuan. Perjanjianperkawinan diatur dalam KUHP, UU Perkawinan dan KHI. Perjanjian perkawinanmenjadi langkah persuasif yang ditempuh dalam menghadapi berbagai tantangankeluarga seperti KDRT, pengaturan harta suami-isteri dll. Di satu sisi, perjanjianperkawinan dianggap dapat menjadi “pegangan” suami-isteri ketika dihadapkandengan problem keluarga, seperti tidak terpenuhinya terpenuhi hak-hak dalamrumah tangga. Dalam memahami keberadaan perjanjian perkawinan akanmenggunakan hermeuneutika Heidegger. Hermeneutika Heidegger mempelajaritentang pentingnya menemukan makna dari mempertanyakan peristiwa hinggamenjadi sejarah. Perjanjian perkawinan kemudian diusulkan untuk menjadipencegah kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi. Melihat efektifnyaperjanjian perkawinan karena sifatnya yang memiliki kekuatan hukum, makakekerasan dalam rumah tangga dapat dicegah. Selain itu perjanjian perkawinanjuga bisa sebagai sarana pendukung mewujudkan kehidupan rumah tangga yangsakinah, mawaddah, dan rahmah.

Kata Kunci

HermeneutikaHeideggerPerjanjian Perkawinan

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Khuluqiyya: Jurnal Kajian Hukum dan Studi Islam

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Hermeneutika Heidegger dalam Memahami Perjanjian Perkawinan | Khuluqiyya: Jurnal Kajian Hukum dan Studi Islam | Publiora