Gambaran Spiritual Well Being dan Psychological Well Being Pasien Hemodialisis
Abstrak
Latar Belakang: Pasien hemodialisis menghadapi tantangan yang memengaruhi spiritual well-being dan psychological well-being mereka, yang berperan penting dalam kualitas hidup. Tujuan: Menggambarkan spiritual well-being dan psychological well-being pasien hemodialisis Metode: Studi deskriptif kuantitatif dengan 90 responden, menggunakan kuesioner (FACIT-Sp-12) dan kuesioner Psychological Well-Being (PWB) yang telah dialih bahasa oleh peneliti sebelumnya. Dengan kriteria inklusi penelitian ini yaitu Pasien berusia 18 tahun ke atas, Telah menjalani hemodialisis minimal selama 3 bulan, Menjalani perawatan hemodialisis secara rutin 2x/ seminggu. Hasil: Mayoritas responden perempuan (54.4%), usia 46-55 tahun (33.3%), ibu rumah tangga (40.0%), menikah (83.3%), dan tinggal >10 km dari unit hemodialisis (61.1%). Sebanyak 78.9% memiliki spiritual well-being sedang, sedangkan 97.8% memiliki psychological well-being tinggi. Kesimpulan: Psychological well-being pasien tergolong tinggi, sementara spiritual well-being mayoritas dalam kategori sedang. Faktor pekerjaan, jarak rumah, dan dukungan sosial berpengaruh signifikan.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Khatulistiwa Nursing JournalArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
