Kajian Tri Hita Karana Dalam Perayaan Tumpek Wariga
Abstrak
Bali terkenal dengan kebudayaannya oleh karena keunikan dan kekhasnya yang tumbuh dari jiwa Agama Hindu. Setiap kegiatan keagamaan mengandung unsur-unsur religi dan spiritual, serta kepercayaan tersebut masih dibawa samapi sekarang oleh masyarakat di Bali yang beragama Hindu. Umat Hindu memiliki cara untuk menunjukkan rasa terimakasihnya kepada alam yang telah memberikan kemakmuran hidup dengan cara upacara yang disebut dengan Tumpek Wariga. Bagi sebagian masyarakat Hindu Bali makna apa yang terkandung di balik perayaan Tumpek Wariga tersebut bukanlah hal yang utama. Masyarakat larut dalam perayaan tanpa mengetahui makna dan hakekatnya. Disisi yang lain tampak bahwa sekarang tradisi Tumpek Wariga dalam pemaknaannya Nampak masih kurang, hal ini bisa dilihat dari periode tahun ke tahun banyak jalur hijau yang dialihfungsikan menjadi perumahan, terjadi banjir dan tanah longsor dibeberapa wilayah saat musim hujan. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakanmetode observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Teknik yang dipakai mengumpulkan data dalam peneliian ini berupa teknik pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Pelaksanaan Tumpek Wariga di Desa Sulahan mengalir dari konsep Tri Hita Karana. Impilaksi Tumpek Wariga terhadap masyarakat di Desa Sulahan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan baik secara sekala maupun secara niskala demi kelangsungan hidup manusia.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Kamaya: Jurnal Ilmu AgamaArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
