Peran Guru Rupaka Daalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu Dalam Keluarga Di Kota Surakarta
Abstrak
Peranan Guru Rupaka sangat diperlukan dalam proses pembelajaran agama. Selain sebagai pendorong bagi anak dan pemuda dalam pembelajaran agama Hindu, Guru Rupaka merupakan suri tuladan atau contoh bagi anak-anak dan pemuda pada kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu maka peranan Guru Rupaka dipandang sangat penting dalam perkembangannya. Era dewasa ini dengan ciri kemajuan dalam bidang ilmu dan teknologi, di sadari maupun tidak telah menggeser peran guru rupaka atau orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anaknya. Pada masa lalu sebelum dikenal media televisi, tradisi bercerita sebelum tidur yang menyampaikan ajaran-ajaran moral dan etika agama masih dapat dijumpai, namun belakangan ini tradisi ini semakin menghilang, padahal peranan guru rupaka atau orang tua untuk melengkapi pendidikan agama yang diperoleh disekolah formal sangatlah dibutuhkan. Menyadari telah terjadi perubahan kondisi dan situasi saat ini dengan dampaknya yang tidak dapat dihindarkan, maka pendidikan Agama Hindu dalam keluarga sangatlah penting guna membentengi dan membangun moral anak. Hal ini menunjukkan bahwa peran Guru Rupaka sangat peting dalam menanamkan ajaran agama hindu di dalam keluarga. Peran Guru rupaka dlam menanamkan ajaran Agama Hindu di dalam keluarga pemetaan problematik atas berbagai aspek mengacu pada teori yang relepan dan elektik yang secara fungsional dapat memberi tuntunan untuk melihat persoalan secara lebih fokus untuk membedah masalah ini digunakan teori yakni : 1) Teori pendidikan, 2) Teori Konvergensi. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan data yang memadai dan relevan. Secara rigkas temuan yang diperoleh disimpulkan kedalam beberapa pokok pikiran sebagai berikut : 1 Fungsi Pendidikan Agama di dalam keluarga adalah sebagai berikut, Penanaman nila- nilai ajaran agama hindu yang dapat dijadikan pedoman hidup dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan hidup (Moksartham Jagadhita) 2) Guru rupaka memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam memberi arahan perkembangan jiwa anak. Guru rupaka wajib memberikan bimbingan kepada anak dengan cara memantapkan pendidikan pertama dirumah, kemudian menyekolahkan mereka pada waktunya. Setelah tiba waktunya untuk menikah maka Guru Rupaka wajib menikahkan putra-putrinya. 3) Orang tua yang dapat memberikan penghargaan dan menerima anak dalam keluarga dapat mencegah anak untuk berperilaku agresif, keutuhan keluarga membuat anak merasakan dan memahami arahan dan bimbingan orang tua walaupun mereka tidak hadir secara fisik dihadapannya. Jadi orang tua yang demokratis, memberikan penghargaan dan pujian terhadap anaknya akan mencegah anak untuk berperilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai moral. 4) Tujuan penanaman ajaran agama Hindu dalam keluarga adalah untuk mewujudkan anak yang suputra dan mempunyai tanggung jawab serta berpegang teguh pada ajaran dharma.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Kamaya: Jurnal Ilmu AgamaArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
