Dari Literasi Menuju Aksi: Kolaborasi Masyarakat dalam Penanggulangan Stunting di Yogyakarta
Abstrak
Stunting merupakan persoalan kesehatan sekaligus tantangan pembangunan manusia yang masih memerlukan perhatian serius di Indonesia. Dampaknya tidak hanya terlihat pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga pada perkembangan kognitif, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyebab, dampak, dan pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Gunungkidul dan Sleman dengan melibatkan 80 peserta, terdiri atas anggota PKK, ketua RT dan RW, dukuh, serta ibu yang memiliki balita. Metode yang digunakan ialah kolaboratif-partisipatif dengan pendekatan Quadruple Helix yang melibatkan akademisi, pemerintah dan pemangku kebijakan, penerbit, serta masyarakat. Pelaksanaan kegiatan mencakup koordinasi, identifikasi kebutuhan, edukasi, diskusi, penguatan komitmen, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bedah buku menjadi media edukasi yang komunikatif, memperluas ruang berbagi pengalaman, meningkatkan kesadaran bersama, serta mendorong tindakan nyata dalam pencegahan stunting di tingkat keluarga dan masyarakat secara berkelanjutan melalui sinergi antarpihak yang saling mendukung program. Kata kunci: Stunting, Literasi Kesehatan, Bedah Buku, Kolaborasi Masyarakat, Quadruple Helix.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka JURPIKATArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
