Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Pengaruh Pemakaian Primusan Ocean Pada Proses Pengelantangan Kain Rajut Kapas 100% Dengan Metode Exhaust

Yulianti, YuliantiLuciana, LucianaNurherawati, FenyPravitasari, Filly
Jurnal Tekstil: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Tekstil dan Manajemen Industri (Sinta 3)Vol. 0 No. 031 Desember 2025
DOI10.59432/jurnaltekstil.v8i2.166

Abstrak

Abstrak Pengelantangan merupakan salah satu proses penting dalam industri tekstil yang bertujuan untuk menghilangkan kotoran alami, pigmen dan zat pengotor lainnya dari serat tekstil. Proses ini dilakukan untuk meningkatkan daya serap kain dan menghasilkan warna yang lebih cerah dan merata ketika proses pencelupan, pencapan dan penyempurnaan akhir Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari Primusan Ocean sebagai zat pemasakan 3 in 1 yang digunakan sebagai bahan pembantu dalam proses pengelantangan serat kapas maupun serat campuran. Primusan Ocean mengandung tiga komponen, yaitu zat pembasah, stabilisator dan katalis, yang memungkinkan proses pemasakan dilakukan lebih efisien. Salah satu keunggulan dari penggunaan Primusan Ocean kemampuan untuk mengurangi pemakaian NaOH sehingga mengurangi limbah sisa proses pengelantangan dan diharapkan menurunkan biaya produksi khususnya pada proses pengelantangan. Pada percobaan ini dilakukan perbandingan hasil proses pengelantangan dengan menggunakan Primusan Ocean dan pengelantangan dengan cara konvensional. Metode pengamatan yang dilakukan adalah variasi pemakaian NaOH, variasi suhu dan variasi penetralan dan tanpa penetralan setelah proses pengelantangan. Variasi konsentrasi NaOH adalah 0.6 gram/liter, 0.8 gram/liter, 1.0 gram/liter dan 1.2 g/l dibandingkan dengan cara konvensional dengan pemakaian NaOH 2 g/l, variasi suhu 98°C x 60 menit dan 115°C x 20 menit. Dari variasi tersebut ada yang dilakukan penetralan dan tanpa penetralan. Proses akhir dari semua hasil pengelantangan dilakukan pencelupan dengan zat warna reaktif Synozol Blue KBR 0.5 % pada suhu 60° C x 60 menit. Pengujian hasil pengelantangan dan pencelupan dilakukan untuk menilai beberapa parameter, yaitu derajat putih, daya serap, ketuaan warna dan kerataan warna. Penggunaan Primusan Ocean menunjukkan hasil yang setara bahkan lebih baik dibandingkan metode konvensional, terutama ketika digunakan dengan konsentrasi NaOH sebesar 1,0 gram/liter dan 1,2 gram/liter, pada suhu 115°C selama 20 menit, disertai proses penetralan setelahnya. Adapun nilai yang didapatkan yaitu derajat putih 62.4, daya serap cara tetes 0.11 detik. Sedangkan nilai ketuaan warna dengan Primusan Ocean mendapatkan ΔE 0.11 dengan ketuaan warna 99.87% dibandingkan dengan metode konvensional

Kata Kunci

Primusan Ocean, NaOH, pengelantangan, kapas.kapasNaOHpengelantanganperendamanprimusan ocean

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Jurnal Tekstil: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Tekstil dan Manajemen Industri

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Pengaruh Pemakaian Primusan Ocean Pada Proses Pengelantangan Kain Rajut Kapas 100% Dengan Metode Exhaust | Jurnal Tekstil: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Tekstil dan Manajemen Industri | Publiora