Optimasi Mi Basah Daun Kelor dengan Penambahan Tempe dan Lele sebagai Pangan Padat Gizi: Moringa Leaf Noodle Optimization Enriched with Tempe and Catfish as a Nutrition-Rich Food
Abstrak
Mi basah merupakan produk berbasis tepung yang tinggi karbohidrat namun rendah mineral dan protein, sehingga diperlukan fortifikasi untuk meningkatkan nilai gizinya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kandungan gizi mi basah yang difortifikasi daun kelor dengan penambahan tepung tempe dan ikan lele serta menghitung total kalori dan persentase angka kecukupan gizi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor dengan perlakuan Mo (2% tepung daun kelor), MoT (2% daun kelor dan 10% tepung tempe), MoL (2% daun kelor dan 5% ikan lele), dan MoTL (2% daun kelor, 10% tepung tempe, dan 5% ikan lele). Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, total kalori, dan persentase kecukupan gizi makro. Hasil menunjukkanbahwa penambahan daun kelor, tepung tempe, dan ikan lele berpengaruh nyata terhadap komposisi proksimat mi basah (p<0,05). Perlakuan MoTL memiliki kadar protein (6,99±0,12%) dan lemak tertinggi (3,85±0,99%), sedangkan Mo memiliki kadar karbohidrat tertinggi (37,48±0,16%). Dalam sajian 100 g, produk memenuhi 11,66% kebutuhan protein, 6,42% lemak, dan 9,31% karbohidrat berdasarkan kebutuhan energi 2150 kkal/hari. Kombinasi daun kelor, tepung tempe, dan ikan lele terbukti meningkatkan nilai gizi mi basah dan berpotensi sebagai alternatif pangan lokal padat giziuntuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi dan zat gizi harian masyarakat.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Teknologi dan Mutu PanganArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
