Rehabilitasi Sebagai Upaya Pelesterian Terumbu Karang di Wilayah Konservasi Perairan Indonesia
Rehabilitation as an effort to preserve coral reefs in Indonesian Marine Conservation Areas
Abstrak
Ekosistem terumbu karang rentan terhadap kerusakan. Ekosistem ini ditemukan di laut tropis dan subtropis dan terdiri dari terumbu (struktur kapur) yang berasal dari hewan karang dan biota lain. Dengan mempertimbangkan masalah-masalah ini, perlu dilakukan upaya tambahan untuk meningkatkan eksplorasi sumber daya laut tanpa mengorbankan lingkungan atau meningkatkan produktivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode literatur review. Menurut hasil pencarian artikel dalam database yang dimaksud, berbagai faktor dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan terumbu karang di pesisir pantai ada dua yaitu faktor manusia (antropogenik) termasuk pembuangan sampah ke laut, penggunaan alat tangkap ikan yang merusak, penambangan karang untuk dimakan, dan faktor alam yaitu peerubahan suhu, kecerahan, dan pemangsa karang. Kerusakan ekosistem terumbu karang disebabkan oleh faktor manusia sebesar (80,98 %) dibandingkan dengan faktor alam sebesar (58,09 %). Mengatasi masalah ini, terumbu karang di Indonesia telah diselamatkan melalui rehabilitasi dan transplantasi dengan menggunakan teknik seperti spider web, transplantasi dengan metode hybrid rak dan cor, juga mengembangkan CMRIS (Coral Reef Management Information System) dan COREMAP (Coral Reef Rehabilitation and Management Program) sebagai sistem teknologi.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Sumberdaya Akuatik IndopasifikArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
