Peningkatan Efisiensi Pakan dan Performa Pertumbuhan Ikan Betok (Anabas testudineus) yang Dipelihara pada Periode Pemuasaan yang Berbeda
Improving Feed Efficiency and Growth Performance of Climbing Perch (Anabas testudineus) Reared at Different Periods of Starvation
Abstrak
Pakan ikan diketahui menyumbang 60-70% dari total biaya akuakultur, sehingga menjadi tantangan yang signifikan bagi pembudidaya. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengeksplorasi efektivitas pemuasaan periodik dalam meningkatkan efisiensi pakan dan kinerja pertumbuhan ikan sekaligus mengurangi biaya pembelian pakan. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang dianalisis menggunakan ANOVA. Empat perlakuan diterapkan dengan masing-masing tiga ulangan. Perlakuan tersebut tterdiri dari P0 (tanpa puasa), P1 (satu hari puasa diikuti dengan satu hari pemberian pakan), P2 (satu hari puasa dan dua hari pemberian pakan), dan P3 (satu hari puasa dan tiga hari pemberian pakan). Parameter yang diamati meliputi efisiensi pakan, pertumbuhan panjang dan berat mutlak, serta tingkat kelangsungan hidup ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelaparan periodik secara signifikan berdampak pada pertumbuhan berat badan absolut dan efisiensi pakan (P<0,05). Namun, tidak berpengaruh pada tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan panjang mutlak. Di antara perlakuan yang diberikan, P1 menunjukkan hasil terbaik, dengan efisiensi pakan 21,87%, pertumbuhan panjang 0,23 cm, pertumbuhan berat 0,22 g, dan tingkat kelangsungan hidup 100%. Kesimpulannya, penelitian ini menemukan bahwa pemuasaan berkala yang dikombinasikan dengan pemberian pakan secara signifikan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pakan ikan dan menghemat biaya pembudidaya ikan.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Sumberdaya Akuatik IndopasifikArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
