Konsentrasi Timbal (Pb) pada Kerang Kepah (Geloina expansa), Air, dan Sedimen Mangrove Desa Peniti Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat
The Concentration of Lead (Pb) in Kepah (Geloina expansa), Water, and Sediment of Mangrove Peniti Village Mempawah Regency West Kalimantan
Abstrak
Pencemaran logam berat dan bahaya yang ditimbulkannya merupakan isu global dan perlu mendapat perhatian yang tepat. Logam berat bersifat racun bagi lingkungan dan organisme akuatik. Sebagai filter feeder, kerang Kepah mampu menyerap dan mengakumulasi logam berat dari lingkungan ke dalam tubuhnya. Kepah merupakan bivalvia yang banyak dikonsumsi karena memiliki kandungan gizi tinggi. Oleh karena itu, efek biotoksik terhadap manusia sangat diperhatikan. Sungai Peniti memiliki peran penting bagi masyarakat pesisir, khususnya di Kabupaten Mempawah. Kawasan ini telah dikembangkan untuk berbagai aktivitas dimana kegiatan tersebut sangat mempengaruhi kondisi perairan dan dianggap sebagai sumber pencemaran, termasuk logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan Pb pada daging Kepah, air, dan sedimen dari kawasan ekosistem mangrove Desa Peniti. Pengambilan sampel dan pengukuran parameter lingkungan dilakukan di dua stasiun berdasarkan keberadaan kerang Kepah. Teknik standar digunakan untuk mengukur tingkat Pb dalam sampel. Analisis kandungan Pb dilakukan dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Konsentrasi Pb dalam sampel air (0.139 - 0.147 mg/L) dan sedimen (0.046 - 0.047 mg/L) berada di atas ambang batas. Sedangkan kandungan logam Pb pada daging Kepah masih di bawah batas maksimum yang telah ditentukan. Oleh karena itu, Kepah dari ekosistem mangrove Desa Peniti Kabupaten Mempawah masih layak untuk dikonsumsi.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Sumberdaya Akuatik IndopasifikArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
