Pemanfaatan Bahan Lokal Biji Pala (Myristica sp.) Sebagai Bahan Anestesi Pada Kegiatan Budidaya Ikan Hias Blue Devil (Chrysiptera cyanea)
Utilization of Local Material Nutmeg (Myristica sp.) As Anesthesia Material in the Transportation of Blue Devil Ornamental Fish (Chrysiptera cyanea)
Abstrak
Ikan Blue Devil (Chrysiptera cyanea) merupakan salah satu komoditi ikan hias air laut yang sangat populer sehingga sering dicari diperdagangan internasional karena morfologinya yang menarik. Proses perdagangan komoditi ikan hias sangat berbeda dengan komoditi ikan konsumsi karena perdagangannya dalam keadaan hidup. Penanganan dan transportasi memegang peranan yang sangat penting pada sistem ini. Namun, kendala yang sering dihadapi adalah kematian sebelum ikan sampai di tempat tujuan. Selama ini, proses perdagangan ikan hias menggunakan bahan anestesi, bahan-bahan anestesi tersebut adalah MS-222, benzocaine, 2-phenoxyethanol dan quinaldine sulphate. Aplikasi bahan ini tidak direkomendasikan untuk digunakan karena memiliki dampak negatif bagi ikan yang dapat menurunkan imunitas ikan. Aplikasi bahan anestesi alami menjadi alternatif yang dapat digunakan karena lebih rama lingkungan. Tanaman pala (Myristica sp.) merupakan salah satu bahan alami lokal yang dapat digunakan sebagai bahan anastesi. Tanaman pala (Myristica sp.) mengandung minyak atsiri yang bermanfaat sebagai zat sadaptif. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biji tanaman Pala (Myristica sp.) lokal sebagai bahan anastesi ikan Blue Devil (Chrysiptera cyanea) dengan pengujian lethal konsentrasi/LC-50. Pengujian LC-50 pada penelitian ini sebagai tahapan awal menentukan dosis anastesi yang tepat bagi ikan Blue Devil (Chrysiptera cyanea). Pembuatan ekstrak dari biji Pala (Myristica sp.) bertujuan untuk memperoleh minyak atsiri. Prosedur dalam mendapatkan minyak atsiri biji pala (Myristica sp.) dilakukan dengan cara destilasi uap air. Hasil penelitian menunjukan bahwa biji tanaman Pala (Myristica sp.) sangat berpengaruh bagi ikan Blue Devil (Chrysiptera cyanea) dengan dosis yang sangat berpengaruh adalah 10ml, namun tidak dianjurkan digunakan. Untuk pengembangan sebagai bahan anastesi, maka gunakan dosis <2 ml.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Sumberdaya Akuatik IndopasifikArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
