Limbah Cangkang Kerang Temberungun (Telescopium telescopium) Sebagai Adsorben Logam Berat Besi (Fe2+)
Telescopium telescopium Shells Waste As Fe (II) Adsorbent
Abstrak
Penurunan kualitas air diakibatkan oleh adanya zat pencemar berupa komponen-komponen organik maupun anorganik. Komponen-komponen anorganik, diantaranya adalah logam berat, salah satunya besi (Fe). Adsorpsi adalah salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk menyerap logam berat dimana adsorben yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) untuk menyerap besi (Fe2+). Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) sebagai adsorben logam berat besi (Fe2+). Penelitian terbagi menjadi tiga tahap, yaitu karekterisasi permukaan adsorben, penentuan waktu optimum dan penentuan kapasitas adsorpsi. Seluruh tahapan penelitian dilakukan pada adsorben yang tidak dan telah teraktivasi NaOH. Hasil penelitian menunjukkan ukuran pori terbesar setelah aktivasi adalah 1.398 µm, sedangkan adsorben sebelum aktivasi, ukuran pori terbesar adalah 844,8 nm. Keasaman permukaan adsorben sebelum aktivasi bernilai 5,28 mmol/g dan sesudah diaktivasi memiliki nilai 6,74 mmol/g. Waktu optimum penyerapan ion logam besi (Fe2+) sebelum dan sesudah diaktivasi yakni 60 dan 30 menit. Kapasitas adsorpsi dari adsorben sebelum dan sesudah aktivasi berturut-turut adalah 11,07899 mg/gr dan 459,3038 mg/gr. Disimpulkan bahwa, cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) dapat dimanfaatkan sebagai adsorben ion logam berat besi (Fe2+)
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Sumberdaya Akuatik IndopasifikArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
