Potensi Lamun di Kampung Aisandami Kabupaten Teluk Wondama dan Strategi Pengelolaanya
Seagrass Potential In Aisandami Village Wondama Bay and It’s Management Strategy
Abstrak
Ekosistem lamun memiliki produktivitas primer dan sekunder dengan dukungan yang besar terhadap kelimpahan dan keragaman ikan serta biota asosiasi. Ekosistem lamun juga merupakan sumberdaya pesisir yang memiliki peran sangat besar dalam penyediaan jasa lingkungan. Beberapa aktivitas masyarakat secara langsung maupun tidak langsung dapat berdampak pada degradasi habitat dan keanekaragaman hayati ekosistem lamun. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi ekosistem lamun dan strategi pengelolaannya. Lokasi studi berada di perairan Kampung Aisandami Kabupaten Teluk Wondama, dan berlangsung pada bulan Juni – Juli 2019. Pengumpulan data menggunakan metode acak terstruktur dengan transek kuadran pada dua lokasi pengamatan untuk mengungkapkan data struktur komunitas lamun. Data yang diperoleh dianalisis secara tabulasi dan ditampilkan dalam bentuk tabel serta gambar. Jenis Thalassia hemprichii dan Enhalus Acoroides ditemukan pada 2 lokasi pengamatan. Jenis lain yang ditemukan di luar transek pengamatan adalah Halophila ovalis. Jenis lamun E. acoroides memiliki nilai frekunsi 0.77 yang menujukan bahwa jenis E. Acoroides penyebarannya lebih luas dibandingkan dengan jenis T. hemprichii yang memiliki nlai Frekuensi 0. 58. Pada Stasiun 2 jenis T. hemprichii memiliki nilai frekunsi 0.7 yang menunjukan bahwa penyebaran lebih luas dibandingkan jenis E. Acoroides. Jenis T hemprichii memiliki kerapatan relatif tertinggi pada kedua stasiun pengamatan. Status padang lamun kedua stasiun tergolong miskin atau kurang sehat dengan nilai penutupan lamun ≥ 30-59,9 %. Indeks Nilai Penting tertinggi adalah jenis lamun T. hemprichii pada kedua stasiun dan mempunyai peranan yang lebih tinggi dari jenis E. acoroides. Potensi lamun di Kampung Aisandami memerlukan pengelolaan yang terintegrasi dengan baik. Model pengelolaan berbasis masyarakat menjadi model yang tepat dalam mengembangkan pengelolaan ekosistem pesisir termasuk ekosistem padang lamun di perairan kampung Aisandami.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Sumberdaya Akuatik IndopasifikArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
