Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Nurturing the Earth through Islamic Ethical Practices and Community-Based Permaculture in Indonesia

Ummi Hanik EsaputriNada NadhifaHanif BudimanPutu Ayu Pramanasari Agustiananda
Jurnal Sosiologi Reflektif (Sinta 3)Vol. 0 No. 030 April 2025
DOI10.14421/5mjcq856

Abstrak

The global environmental crisis, marked by climate change, deforestation, and ecosystem degradation, has brought widespread social impacts, including economic inequality, health crises, and food insecurity. In Indonesia, environmental pressures have intensified due to unsustainable agricultural practices, rapid urbanization, and extractive industries, necessitating new development models that prioritize environmental regeneration and social resilience. This study aims to explore how Islamic ecological principles are operationalized through permaculture practices at the Bumi Langit Institute and Kedai Teh Umran in Yogyakarta. This research employed a qualitative method with an interpretive approach. Data were collected through semi-structured interviews, participant observation, and document analysis conducted at both research sites. The data were then analyzed using thematic analysis techniques based on Groat and Wang’s six-phase framework. The findings reveal that the principles of khilafah (stewardship), barakah (blessing), and mizan (balance) have been effectively embodied in agroforestry systems, waste-to-resource cycles, and community development initiatives grounded in Islamic ethics. The study implies that faith-based and community actors play a vital role in addressing contemporary ecological crises and highlights the need for stronger partnerships between religious institutions, academic bodies, and environmental practitioners to advance spiritually grounded innovations in the Anthropocene era.  Krisis lingkungan global yang ditandai oleh perubahan iklim, deforestasi, dan degradasi ekosistem telah membawa dampak sosial yang luas, termasuk ketidaksetaraan ekonomi, krisis kesehatan, dan kerawanan pangan. Di Indonesia, tekanan lingkungan semakin meningkat akibat praktik pertanian tidak berkelanjutan, urbanisasi cepat, dan industri ekstraktif, sehingga diperlukan model pembangunan baru yang berfokus pada regenerasi lingkungan dan ketahanan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip ekologi Islam dioperasionalkan melalui praktik permakultur di Bumi Langit Institute dan Kedai Teh Umran di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen di Bumi Langit Institute dan Kedai Teh Umran. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik berdasarkan kerangka enam fase Groat dan Wang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa prinsip khilafah, keberkahan (barakah), dan keseimbangan (mizan) telah berhasil diwujudkan dalam sistem agroforestri, siklus limbah, dan pengembangan komunitas berbasis etika Islam. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa aktor berbasis agama dan komunitas memiliki peran vital dalam mengatasi krisis ekologi kontemporer, serta mendorong perlunya kemitraan antara lembaga keagamaan, akademisi, dan praktisi lingkungan untuk memperkuat inovasi berbasis nilai spiritual di era Antroposen.

Kata Kunci

Islamic Environmental EthicsPermaculture InnovationSocio-Ecological TransformationCommunities

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Jurnal Sosiologi Reflektif

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Nurturing the Earth through Islamic Ethical Practices and Community-Based Permaculture in Indonesia | Jurnal Sosiologi Reflektif | Publiora