REDUKSI NALAR KEAGAMAAN PARA JIHADIS
Abstrak
Maraknya kekerasan yang mengatasnamakan agama kian terjadi bahkan di era digital seperti saat ini. Kekerasan itu terjadi tak hanya kepada kelompok-kelompok yang dianggap sebagai non-muslim, namun juga di internal muslim sendiri. Melalui berbagai aksi kekerasan seperti penggerebekan hingga yang paling ekstrem seperti bom bunuh diri, para pelaku yang acap kali dijuluki jihadis ini merasa absah melakukan kekerasan karena dilandasi oleh keyakinan bahwa apa yang mereka lakukan merupakan sebuah bentuk jihad fii sabilillah. Lantas, apa yang sebenarnya melatarbelakangi pemikiran para jihadis ini sehingga mereka merasa terlegitimasi melakukan berbagai tindakan kekerasan dengan mengatasnamakan agama dan Tuhan. Apakah karena dasar normatif (al-Qur’an dan Hadits) yang telah tereduksi dan menjadi basis pijakan pikiran dan tindakan mereka, atau justru dasar pemikiran beragama mereka yang menjadi sebab legalitas rangkaian tindakan kekerasan itu? Buku yang ditulis oleh Aksin Wijaya ini begitu menarik karena mengulas genealogi bentuk-bentuk tindakan kekerasan oleh mereka yang kita sebut dengan kaum jihadis ini dengan membedah sisi nalar keagamaan. Nalar yang diulas di sini tidak hanya tentang cara mereka berpikir (menalar Islam) saja melainkan juga tentang nalar keislaman yang mengideologi dalam setiap pribadi para jihadis.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Sosiologi ReflektifArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
