Aktivitas Sellulolitik Fungi Indigenus pada Fermetoge: Pakan Fermentasi Hewan Ruminansia Terbuat dari Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dan Tongkol Jagung (Zea mays)
Abstrak
Eceng gondok dan tongkol jagung tergolong bahan bersellulosa. Pada campuran kedua bahan itu terdapat mikroba indigenus. Tujuan pertama riset ini untuk mengetahui aktivitas sellulolitik fungi indigenus yang terdapat pada fermetoge, pakan fermentasi dari campuran eceng gondok dan tongkol jagung. Eceng gondok dipotong dan tongkol jagung dihancurkan sampai berukuran sekitar 1-2 cm, dikukus, dan difermentasi secara alamiah menggunakan mikroorganisme indigenus. Mikroorganisme tersebut diisolasi dari pakan tersebut setiap hari selama 15 hari selama fermentasi berlangsung. Selanjutnya,isolate yang diperoleh dimurnikan, dikarakterisasi, dan diidentifikasi. Terdapat 10 fungi indigenus dalam pakan. Berdasarkan observasi karakteristik mikroskopik dan makroskopik fungi-fungi tersebut meliputi Aspergillus sp1, Rhizopus sp1, Aspergillus terreus, Mucor sp1, Aspergillus sp2, Aspergillus niger, Trichoderma sp1, Aspergillus flavus, Aspergillus sp3, dan Penicillium sp1. Uji aktivitas sellulolitik pada medium spesifik CMC memaparkan bahwa Mucor Sp1, Rhizopus sp1 dan Trichoderma sp1 adalah tiga fungi dengan aktivitas sellulolitik tinggi, karena membentuk zona halo yang luas pada permukaan media setelah diwarnai dengan Congo red 2%.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Riset Biologi dan AplikasinyaArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
