Pengaruh variasi suhu hidrotermal dan aktivator kalium hidroksida (KOH) terhadap kemampuan hydrochar sebagai adsorben pada proses adsorpsi limbah cair metilen biru
Abstrak
Tempurung kelapa sawit merupakan salah satu limbah biomassa yang jumlahnya cukup melimpah di industri minyak kelapa sawit. Nilai ekonomi tempurung kelapa sawit dapat ditingkatkan, salah satunya melalui hydrothermal carbonization process (HTC). Dalam penelitian ini, hydrochar dari tempurung kelapa sawit dibuat dan digunakan sebagai adsorben untuk menjerap metilen biru dari limbah cair. Dalam hal ini, akan dipelajari pengaruh suhu HTC, konsentrasi aktivator KOH, dan durasi adsorpsi. Gugus fungsional hydrochar dianalisis dengan FT-IR spectroscopy, sementara itu kapasitas adsorpsi terhadap metilen biru diukur dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil percobaan menunjukkan bahwa reaksi dehidrasi dan dekarboksilasi pada kondisi hidrotermal terjadi lebih cepat pada suhu HTC yang lebih tinggi. Selain itu, proses aktivasi dengan KOH terbukti dapat meningkatkan efisiensi penyisihan metilen biru. Kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 16,58 mg/g (dengan efisiensi penyisihan 99,51%) dihasilkan dari adsorpsi dengan menggunakan hydrochar yang diperoleh dari HTC suhu 270 °C, diaktivasi dengan KOH 1,5 N dan durasi adsorpsi selama 80 menit.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Rekayasa ProsesArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
