Pengaruh penambahan surfaktan sodium lignosulfonat (SLS) dalam proses pengendapan nano calcium silicate (NCS) dari geothermal brine
Abstrak
Konsentrasi yang tinggi dari kelarutan silika dalam larutan geothermal menyebabkan masalah dalam pengoperasian produksi uap di PLTP Dieng. Mitigasi silika scaling diperlukan untuk mengurangi resiko kegagalan produksi uap. Dalam penelitian ini, asam silika dalam larutan geothermal direaksikan dengan kalsium hidroksida (Ca(OH)2) membentuk n ano calcium silicate (NCS). Tujuan penelitian ini adalah membentuk endapan NCS dari surfaktan SLS dan Ca(OH)2 ke dalam larutan geothermal. Mempelajari perubahan suhu (30, 50 dan 70°C), pH (7, 8 dan 9), dan konsentrasi surfaktan (0,05, 0,15 and 0,30% (w/v) serta mengetahui kondisi optimum. Pengujian yang dilakukan yaitu pengendapan partikel yang dilakukan di gelas ukur vertical, densitas padatan, densitas larutan, viskositas, dan diameter rata-rata partikel yang mengendap ditentukan dari persamaan diameter stokes. Kemudian membandingkan hasil perhitungan dari diameter stokes dengan particle size analyzer (PSA). Konsentrasi silika yang terlarut dapat diukur dengan metode spectroscopy dan komposisi padatan di uji dengan instrumen EDX dan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silika terlarut dalam larutan geothermal berkurang dan dapat dikontrol dengan penambahan Ca(OH)2 dan penambahan surfaktan SLS. Semakin besar konsentrasi surfaktan maka ukuran partikel akan semakin kecil. Pembentukan NCS dapat dihasilkan dan disertai juga dengan partikel silika dan garam. Kondisi optimum pembentukan NCS terjadi pada suhu 30 oC pH 9 dan konsentrasi surfaktan SLS 0,30 %w/v.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Rekayasa ProsesArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
