Integrasi proses elektrokoagulasi-elektrooksidasi sebagai alternatif dalam pengolahan limbah cair batik zat warna naftol
Abstrak
Produksi kain batik menghasilkan air limbah yang mengandung campuran makromolekul organik kompleks dengan warna pekat. Dalam penelitian ini, proses elektrokoagulasi-elektrooksidasi (EC-EO) berurutan menggunakan elektroda aluminium-grafit dan PbO2-grafit, diusulkan sebagai metode alternatif untuk mengolah limbah cair zat warna naftol hasil proses pewarnaan kain batik. Efek dari parameter berupa kerapatan arus (3,77, 5,65, 7,53 dan 7,90 mA/cm2) terhadap penurunan intensitas warna dipelajari dalam penelitian ini. Metode kombinasi ini dilakukan dalam satu reaktor batch dengan kapasitas 1,3 L, dimana 20 menit awal adalah proses elektrokoagulasi dan 100 menit berikutnya adalah proses elektrooksidasi. Pengambilan sampel dilakukan pada menit ke-10, 20, 40, 60, 80, 100 dan 120. Uji intensitas warna dilakukan dengan metode spektrofotometri UV/VIS. Hasil penelitian menunjukan bahwa penurunan intensitas warna tertinggi (99,78%) dapat diperoleh pada densitas arus 7,53 mA/cm2 selama 120 menit dengan konsumsi energi listrik 14,40 kWh/m3. Semakin tinggi densitas arus yang diberikan, maka semakin besar pula nilai penurunan intensitas warna dari limbah cair zat warna naftol.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Rekayasa ProsesArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
