Pengaruh penambahan EM-4 dan molasses terhadap proses composting campuran daun angsana (Pterocarpus indicun) dan akasia (Acasia auriculiformis)
Abstrak
Sampah daun kering di lingkungan Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) diperkirakan mencapai 8 kuintal per hari dan terdiri dari daun pohon angsana serta akasia. Jumlah sampah sebanyak ini sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan Effective Microorganism-4 (EM-4) dan molasses pada proses composting campuran daun angsana (Pterocarpus indicus) dan akasia (Acasia auriculiformis). Sebanyak 3 kg campuran cacahan daun angsana dan akasia yang berukuran sekitar 1 cm dimasukkan ke dalam tangki fermentasi. Lalu ditambah EM-4 dan molasses kemudian tangki ditutup rapat. Campuran ini diinkubasi selama 4 minggu dan setiap 4 hari dilakukan pengadukan dengan cara membolak-balik tangki fermentasi. Pengambilan sampel dilakukan setiap 7 hari untuk pemeriksaan kadar C organik dan N total serta penghitungan rasio C/N. Penambahan EM-4 dan molasses divariasikan dengan perbandingan EM-4:molasses sebesar 3:3, 9:3, 3:9, dan 9:9. Kematangan pupuk organik hasil composting paling cepat dicapai oleh rasio EM-4:molasses sebesar 3:9 yaitu pada hari ke-21 dan semua telah mencapai kematangan pada hari ke-28. Variasi EM-4 berpengaruh pada waktu kematangan produk pupuk organik, sedangkan variasi molasses tidak berpengaruh terhadap proses.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Rekayasa ProsesArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
