Penentuan rasio optimum campuran CPO: batubara dalam desulfurisasi dan deashing secara flotasi sistem kontinyu
Abstrak
Salah satu problem penggunaan batubara Indonesia adalah kandungan sulfur dan abu yang relatif tinggi sehingga dapat berdampak pada kerusakan alat pembakar dan pencemaran lingkungan. Flotasi merupakan salah satu metode untuk mereduksi kandungan sulfur (anorganik) dan abu batubara. Penelitian desulfurisasi dan deashing batubara asal daerah Mallawa (Sulawesi) dilakukan dalam sebuah alat kolom flotasi dengan sistem kontinyu. Diamati beberapa variabel flotasi yang dapat memberikan hasil desulfurisasi yang maksimum, diantaranya adalah variabel rasio campuran surfaktan CPO (Crude Palm Oil) terhadap bahan batubara, dibahas dalam artikel ini. Diperoleh rasio campuran optimum adalah 1:4, berdasarkan kondisi optimum variabel lain yang telah diperoleh sebelumnya yaitu waktu tinggal 60 menit, laju alir udara 1,22 liter/menit, pH 6,5 dan ukuran partikel batubara 169 m. Pada kondisi optimum ini kandungan sulfur batubara dapat direduksi dari 3,3% menjadi 0,93% atau recovery sulfur 72% dan kandungan abu dapat diturunkan dari 11,25% menjadi 9,75% dengan nilai kalor dapat dipertahankan 6000 kkal/kg. Batubara hasil desulfurisasi dan deashing ini telah memenuhi kriteria untuk digunakan sebagai bahan bakar di industri.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Rekayasa ProsesArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
