Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Matriconditioning Sebagai Metode Invigorasi Benih Kelapa Sawit (Elaeis guineensis L. Jacq)

Matriconditioning as an Invigoration Method on Oil Palm (Elaeis guineensis L. Jacq) Seeds

Arif, MohamadRetno Palupi, EndahIlyas, SatriyasWidajati, WidajatiQadir, AbdulSuprianto, Edy
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit (Sinta 2)Vol. 0 No. 010 Desember 2024
DOI10.22302/iopri.jur.jpks.v32i3.249

Abstrak

Deteriorasi merupakan hal yang tidak dapat dihindari meski penyimpanan benih dilaksanakan pada kondisi penyimpanan terbaik. Benih kelapa sawit tergolong sebagai benih intermediat yang hanya dapat disimpan pada periode sekitar satu tahun. Penelitian ditujukan untuk melihat pengaruh matriconditioning terhadap viabilitas dan vigor benih kelapa sawit, khususnya yang telah disimpan lebih dari 1 tahun. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama adalah lot benih yaitu benih yang telah disimpan pada penyimpanan terkendali kurang dari 12 bulan (tiga ulangan, masing-masing telah tersimpan pada penyimpanan terkendali selama 3, 4, dan 9 bulan) dan benih yang telah disimpan pada penyimpanan terkendali lebih dari 12 bulan (tiga ulangan, masing-masing telah tersimpan pada penyimpanan terkendali selama 13, 14, dan 41 bulan). Faktor kedua adalah matriconditioning yang terdiri atas dua belas taraf yang merupakan kombinasi antara tiga media (zeolit, vermikulit, dan arang sekam) dengan empat larutan matriconditioning (emulsi Trichoderma sp., 2% KNO3, 2% KH2PO4, dan air). Perlakuan matriconditioning meningkatkan kelembapan udara (relative humidity, RH) secara nyata (98,3-99,9%) dibanding RH pada kontrol (75,33%), dan meningkatkan kadar air benih dari 15,7% (kontrol) menjadi 16,13-16,48% yang sesuai untuk tahap pematahan dormansi. Tidak terjadi peningkatan daya berkecambah (DB) yang signifikan pada perlakuan matriconditioning dibanding kontrol, namun peningkatan DB yang terjadi (4,3-12,6%) pada perlakuan matriconditioning menunjukkan aplikasi ini dapat diterapkan pada pengecambahan benih kelapa sawit yang telah disimpan lebih dari satu tahun. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan air dinilai cukup untuk aplikasi matriconditioning.

Kata Kunci

controlled seed storageElaeis guineensisintermediate seedseed deteriorationseed germinationbenih intermediatdaya berkecambahdeteriorasi benihElaeis guineensispenyimpanan terkendali

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Jurnal Penelitian Kelapa Sawit

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Matriconditioning Sebagai Metode Invigorasi Benih Kelapa Sawit (Elaeis guineensis L. Jacq) | Jurnal Penelitian Kelapa Sawit | Publiora