ASSESSMENT MODEL MUKA AIR TANAH PADA PERTANAMAN KELAPA SAWIT DI LAHAN BERBUKIT
ASSESSMENT OF WATER TABLE MODEL ON OIL PALM AREA IN A HILLY LAND
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menguji keragaan keluaran model muka air tanah yang dikembangkan saat ini pada pertanaman kelapa sawit dengan fisiografis berbukit. Model memerlukan data inisiasi, data masukan, dan parameter fisik tanah dan tanaman. Data inisiasi meliputi penutupan vegetasi (Indeks Luas Daun), posisi lintang geografis, kedalaman muka air tanah awal, dan kedalaman lapisan kedap air. Data masukan meliputi data cuaca harian (curah hujan, suhu, kelembapan, radiasi surya, dan kecepatan angin). Parameter fisik tanah meliputi berat volume setiap lapisan tanah dan limpasan air permukaan tanah (run-off). Parameter tanaman meliputi intersepsi tajuk dan batang tanaman terhadap curah hujan. Pengamatan muka air tanah harian dilakukan terhadap 3 titik sumur pantau pada suatu garis katena bukit di pertanaman kelapa sawit berumur 20 tahun dengan kelerengan 15% dan berjenis tanah Typic Hapludult dengan ketinggian 30 – 70 m di atas permukaan laut. Tanah pada lokasi penelitian memiliki tekstur kasar hingga halus dengan konduktivitas hidrolik tergolong cepat dan air tanah pada lokasi ini berada zona unconfined aquifer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluaran model lebih tinggi 3 – 4% dibanding pengamatan aktual pada area di puncak bukit, keluaran model lebih rendah 7 – 8% pada area dibanding pengamatan aktual di lereng bukit, dan keluaran model lebih rendah 7 – 7,5% dibanding pengamatan aktual pada area di kaki bukit. Laju run-off Penelitian ini bertujuan menguji keragaan keluaran model muka air tanah yang dikembangkan saat ini pada pertanaman kelapa sawit dengan fisiografis berbukit. Model memerlukan data inisiasi, data masukan, dan parameter fisik tanah dan tanaman. Data inisiasi meliputi penutupan vegetasi (Indeks Luas Daun), posisi lintang geografis, kedalaman muka air tanah awal, dan kedalaman lapisan kedap air. Data masukan meliputi data cuaca harian (curah hujan, suhu, kelembapan, radiasi surya, dan kecepatan angin). Parameter fisik tanah meliputi berat volume setiap lapisan tanah dan limpasan air permukaan tanah (run-off). Parameter tanaman meliputi intersepsi tajuk dan batang tanaman terhadap curah hujan. Pengamatan muka air tanah harian dilakukan terhadap 3 titik sumur pantau pada suatu garis katena bukit di pertanaman kelapa sawit berumur 20 tahun dengan kelerengan 15% dan berjenis tanah Typic Hapludult dengan ketinggian 30 – 70 m di atas permukaan laut. Tanah pada lokasi penelitian memiliki tekstur kasar hingga halus dengan konduktivitas hidraulik tergolong cepat dan air tanah pada lokasi ini berada zona unconfined aquifer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluaran model lebih tinggi 3 – 4% dibanding pengamatan aktual pada area di puncak bukit, keluaran model lebih rendah 7 – 8% pada area dibanding pengamatan aktual di lereng bukit, dan keluaran model lebih rendah 7 – 7,5% dibanding pengamatan aktual pada area di kaki bukit. Laju run-off yang relatif tinggi pada puncak bukit diduga mereduksi air infiltrasi sehingga mengurangi inflow air. Sedangkan pada area lereng dan kaki bukit, inflow air dari area puncak yang berasal dari run-off, meningkatkan air infiltrasi pada kedua area tersebut, sehingga pengukuran aktual lebih tinggi dari keluaran model. Penyesuaian parameter laju run-off dan gradien potensi hidrolik pada area lereng dan perbukitan dapat meningkatkan akurasi keluaran model.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Penelitian Kelapa SawitArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
