Implikasi Kebiasaan Tidak Sarapan terhadap Resiliensi dan Konsentrasi Belajar Siswa Masa Program Makan Bergizi Gratis: Studi Kasus di MIN 5 Ngawi
Abstrak
Abstrak: Penelitian ini mengkaji implikasi kebiasaan tidak sarapan terhadap resiliensi dan konsentrasi belajar siswa pada masa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MIN 5 Ngawi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi kelas, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang datang ke sekolah tanpa sarapan mengalami gejala fisik seperti lemas, mengantuk, dan kurang energi, yang secara signifikan memengaruhi fokus serta partisipasi mereka dalam pembelajaran. Resiliensi akademik siswa yang tidak sarapan juga cenderung lebih rendah, ditandai dengan kesulitan mempertahankan perhatian, rendahnya ketekunan dalam menyelesaikan tugas, serta respon emosional yang kurang stabil. Meskipun konsumsi makanan melalui Program MBG membantu meningkatkan kondisi fisik siswa setelah pembelajaran berlangsung, temuan penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan tetap menjadi faktor penting dalam mendukung kesiapan belajar sejak awal kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya pembiasaan sarapan sebagai bagian dari pembentukan kesiapan belajar dan ketahanan akademik siswa, terutama dalam mendukung efektivitas proses pembelajaran di sekolah dasar.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
