Pengembangan Media Pembelajaran Sejarah Berbasis Wayang Beber Majapahit Binangun untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran sejarah berbasis budaya lokal, khususnya Wayang Beber Majapahit Binangun, dan menguji kelayakannya pada siswa kelas IXA dan IXB di SMPN 3 Mojokerto dalam pembelajaran kolaboratif mata pelajaran IPS dan Bahasa Daerah Jawa. Metode yang digunakan Research and Development dengan pendekatan model Borg & Gall yang dimodifikasi, melalui tahapan Define, Design, Develop, dan Evaluate (DDDE). Produk media ini berupa panel cerita visual yang menggambarkan peristiwa penting dalam proses berdirinya Kerajaan Majapahit, menggunakan ilustrasi wayang beber. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 87,5%, yang termasuk dalam kategori valid. Uji coba di kelas menunjukkan bahwa media ini berhasil meningkatkan minat belajar, keterlibatan siswa, dan pemahaman terhadap sejarah lokal. Sekitar 90% siswa melaporkan bahwa mereka lebih mudah mengingat urutan peristiwa dan tokoh sejarah melalui media ini. Guru-guru mencatat adanya peningkatan interaksi kelas, meskipun beberapa siswa membutuhkan panduan tertulis untuk mengikuti alur cerita dengan lebih jelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media Wayang Beber Majapahit Binangun efektif dan layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran sejarah yang kontekstual, menarik, dan berbasis kearifan lokal, serta berperan dalam pelestarian budaya dan penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
