Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Gerakan Sosial Baru Indonesia: Reformasi 1998 dan Proses Demokratisasi Indonesia

Yongky Gigih Prasisko
Jurnal Pemikiran Sosiologi (Sinta 3)Vol. 3 No. 1 (2016)25 Oktober 2016hal. 9-16
DOI10.22146/jps.v3i2.23532

Abstrak

Perkembangan masyarakat kontemporer di Indonesia yang sejalan dengan perkembangan teknologi global ternyata juga ikut berdampak pada munculnya konflik sosial secara khusus. Konflik semacam itu melibatkan kelompok kelas menengah yang memiliki nilai-nilai demokrasi. Di sisi lain, konflik itu juga itu ikut membentuk dinamika di dalam pergerakan sosial baru. Gerakan sosial baru di Indonesia adalah anak kandung yang lahir dari sistem demokratis dimana partisipasi politik secara langsung dilakukan sehingga dapat mempengaruhi kebijakan publik, khususnya yang dapat menjawab tuntutan atas kesetaraan dan perlindungan bagi hak-hak minoritas. Reformasi 1998 memang menjadi landasan bagi arah pembentukan tradisi demokratis di Indonesia, meski demikian, membutuhkan waktu hampir enam tahun lamanya setelah 1998 dimana demokrasi secara langsung diterapkan melalui sistem elektoral yakni pada saat PILPRES di tahun 2004. Dengan kata lain, transisis Indonesia menuju suatu bangsa yang demokratis masih harus terus mengembangkan beragam bentuk partisipasi politik.

Kata Kunci

Gerakan sosial barureformasi 1998transisi demokratis di IndonesiaGerakan sosial barureformasi 1998transisi demokratis di Indonesia

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Jurnal Pemikiran Sosiologi

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Gerakan Sosial Baru Indonesia: Reformasi 1998 dan Proses Demokratisasi Indonesia | Jurnal Pemikiran Sosiologi | Publiora