Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Kelas Menengah Muslim Baru dan Kontestasi Wacana Pluralisme di Media Sosial

Subkhi Ridho
Jurnal Pemikiran Sosiologi (Sinta 3)Vol. 4 No. 1 (2017)6 November 2017hal. 88-103
DOI10.22146/jps.v4i2.28582

Abstrak

Artikel ini mengelaborasi narasi tentang tumbuhnya kelas menengah Muslim baru pada masa Reformasi dan sikap mereka terhadap wacana pluralisme di media sosial. Kemunculan kelas menengah Muslim baru merupakan dampak dari stabilnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia sejak 2001-2010 dalam bidang fesyen, kosmetik, perbankan, biro travel, budaya populer,  wisata religi. Pada saat bersamaan muncul pemahaman akan adanya program liberalisasi pemikiran Islam di Indonesia khusunya pasca peristiwa 9/11 di Amerika Serikat. Program tersebut dijalankan dalam bentuk pewacanaan mengenai pluralisme agama, sekulerisme, kesetaraan gender. Dalam konteks ini, media sosial menjadi sarana persebaran gagasan oleh kelas menengah Muslim tentang bahaya sekulerisme, pluralisme, dan liberalisme (ideologi Barat). Di sisi lain mereka juga melakukan komodifikasi Islam dengan memperdagangkan fesyen, makanan, penerbitan dengan dalih untuk menyelamatkan generasi Muslim dari pengaruh ideologi Barat itu.

Kata Kunci

kelas menengah Muslimwacana pluralismemedia sosial.kelas menengah Muslimwacana pluralismemedia sosial.

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Jurnal Pemikiran Sosiologi

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Kelas Menengah Muslim Baru dan Kontestasi Wacana Pluralisme di Media Sosial | Jurnal Pemikiran Sosiologi | Publiora