Politik Keshalehan Personal dalam Pemilihan Presiden 2014 dalam Media Sosial Twitter
Abstrak
Ekspresi beragama seringkali problematis, terutama saat berhadapan dengan dilema antara agama yang seringkali berseberangan dengan nilai demokrasi. Di area abu-abu seperti ini agama rentan disalahgunakan dalam kontestasi politik. Studi ini bertujuan mengeksplorasi peran agama dalam dalam proses komunikasi politik mengenai konstruksi kepemimpinan politik (political leadership) capres 2014 di Twitter. Dengan menggunakan analisis wacana kritis studi ini menunjukkan adanya praktik sosial berupa politisasi agama yang bekerja melalui mekanisme politik keshalehan personal (politics of personal piety). Hal ini tersebut dilandasi temuan penggunaan nilai agama mayoritas (Islam) sebagai alat legitimasi kepemimpinan politik ideal dan sebaliknya penggunaan nilai-nilai agama/keyakinan minoritas untuk mengkonstruksi kepemimpinan politik tidak ideal. Hal ini menyiratkan bagaimana hegemoni agama dimanfaatkan secara sistematis untuk meraih kekusaaan politik. Dengan demikian peran agama dalam kontestasi politik di Twitter cenderung bersifat degradatif terhadap proses demokrasi. Hal ini disebabkan karena proses komunikasi politik gagal mendiskusikan nilai agama dengan prosedur dialog netral.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Pemikiran SosiologiArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
