Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Keragaman di Indonesia dan Politik Pengakuan (Suatu Tinjauan Kristis)

Mustaghfiroh Rahayu
Jurnal Pemikiran Sosiologi (Sinta 3)Vol. 4 No. 1 (2017)6 November 2017hal. 1-18
DOI10.22146/jps.v4i2.28577

Abstrak

Dalam bahasa Indonesia ada istilah khusus untuk merujuk pada keberagaman, yaitu kebhinnekaan, meski demikian, pengertian atas konsep mengenai pluralisme dan multikulturalisme tetap populer digunakan dalam wacana sehari-hari mengenai keragaman di Indonesia. Dalam konteks ini, literaturliteratur di Indonesia tidak membedakan secara subtansial antara keduanya. Tanpa mengindahkan beban teoretis dari dua istilah tersebut, konsep pluralisme dan multikulturalisme digunakan saling bergantian untuk merujuk apa yang disebut keragaman. Oleh karena itu, artikel ini mencoba untuk melihat ulang (meninjau) secara kritis definisi mengenai pluralisme dan multikulturalisme dalam kaitannya dengan studi keragaman di Indonesia. Secara khusus, artikel ini juga menilik sejarah kontekstual atas dua istilah tersebut dan implikasinya dalam kebijakan akomodasi keragaman termasuk politik pengakuan (recognition) di Indonesia.

Kata Kunci

keragamanpluralismemultikulturalismekebijakan mengakomodasi keragaman (politik pengakuan)keragamanpluralismemultikulturalismekebijakan mengakomodasi keragaman (politik pengakuan)

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Jurnal Pemikiran Sosiologi

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Keragaman di Indonesia dan Politik Pengakuan (Suatu Tinjauan Kristis) | Jurnal Pemikiran Sosiologi | Publiora