Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Merebut Paus di Laut Sawu: Konflik Kepentingan Konservasi Paus antara Negara dan Masyarakat Lamalera, Nusa Tenggara Timur

Agustinus Gregorius Raja Dasion
Jurnal Pemikiran Sosiologi (Sinta 3)Vol. 6 No. 1 (2019)9 Juli 2019hal. 41-57
DOI10.22146/jps.v6i1.47466

Abstrak

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan kerangka teoritis wacana Laclau dan Mouffe. Analisa ini bertujuan untuk melihat seluruh praktik sosial yang dilakukan oleh negara dan masyarakat terkait wacana konservasi paus di Laut Sawu, NTT. Hasil penelitian menunjukan bahwa konflik antara masyarakat Lamalera dengan negara terjadi sejak tahun 2001. Konflik itu terkait wacana konservasi Laut Sawu yang secara langsung membatasi wilayah melaut masyarakat Lamalera. Wacana konservasi dimulai dengan pembentukan Kawasan Konservasi Laut Daerah Solor-Lembata-Alor (KKLD-Solar) di tahun 2006. Negara berusaha membangun kesadaran masyarakat lewat berbagai seminar, sosialisasi, dan program Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur. Masyarakat lokal merasa terusik dan berusaha menolak rencana konservasi tersebut. Mereka menilai bahwa perburuan paus yang mereka lakukan sejak dahulu, selalu mematuhi aturan-aturan adat lokal, dengan menerapkan pengetahuan tradisional tentang konservasi kehidupan laut.

Kata Kunci

konservasi pausmasyarakat adatkonflik kepentingananalisis wacanaNusa Tenggara Timur (NTT)konservasi pausmasyarakat adatkonflik kepentingananalisis wacanaNusa Tenggara Timur (NTT)

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Jurnal Pemikiran Sosiologi

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Merebut Paus di Laut Sawu: Konflik Kepentingan Konservasi Paus antara Negara dan Masyarakat Lamalera, Nusa Tenggara Timur | Jurnal Pemikiran Sosiologi | Publiora