Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Bukan Sekedar Menggambar: Dinamika Kartunis Lepas Indonesia di Era Digital

Roikan Roikan
Jurnal Pemikiran Sosiologi (Sinta 3)Vol. 6 No. 1 (2019)9 Juli 2019hal. 27-40
DOI10.22146/jps.v6i1.47465

Abstrak

Dalam tradisi media, kartunis lepas menyandarkan kehidupannya pada kegiatan menggambar kartun untuk dimuat di rubrik humor atau politik di media massa cetak terutama koran atau majalah. Perkembangan teknologi digital telah berdampak pada aktivitas produktif kartunis tradisional yang semakin berkurang. Selain itu, perubahan pola konsumsi literasi masyarakat dari media cetak ke media daring juga telah mengubah proses kreatif para kartunis terutama yang masih resisten bergantung pada honor karya yang dimuat di media. Kartunis lepas berhadapan dengan perkembangan teknologi digital yang mutakhir, sehingga harus berinovasi dalam proses kreatifnya. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi partisipasi dan wawancara mendalam yang melibatkan para kartunis lepas. Hasil penelitian menunjukan adanya dinamika aktivitas ekonomi para kartunis lepas yang dipengaruhi oleh budaya siber (cyberculture) sebagai moda produksi untuk pengembangan karir. Kartunis dituntut untuk menghasilkan kartun sebagai karya seni yang populer, berkualitas dan berkelanjutan dengan mengembangkan strategi adaptasi proses kreatif melalui digitalisasi dan diversifikasi kekaryaan.

Kata Kunci

kartunis lepasekonomi kreatifbudaya siberdinamika aktivitas ekonomikartunis lepasekonomi kreatifbudaya siberdinamika aktivitas ekonomi

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Jurnal Pemikiran Sosiologi

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Bukan Sekedar Menggambar: Dinamika Kartunis Lepas Indonesia di Era Digital | Jurnal Pemikiran Sosiologi | Publiora