Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Sabalong samalewa sebagai Etika Moral Orang Sumbawa

Yaspis Edgar N. FunayJurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tadulako.
Jurnal Pemikiran Sosiologi (Sinta 3)Vol. 7 No. 1 (2020)24 Desember 2020hal. 103-123
DOI10.22146/jps.v7i2.62526

Abstrak

Kajian ini mendeskripsikan kearifan lokal dalam bentuk etika atau prinsip moral masyarakat Sumbawa yang disebut sabalong samalewa . Etika tersebut menjadi pedoman hidup masyarakat Sumbawa dalam menjaga eksistensi kehidupan manusia dan keseimbangan alam. Prinsip tersebut menugaskan masyarakat untuk menghormati hubungan antara kehidupan manusia dengan makhluk hidup lainnya, terutama karena adanya perubahan materi dan lingkungan yang mengakibatkan ketimpangan sosial sebagai akibat dari pembangunan lokal. Etika sabalong samalewa memberikan pedoman untuk menjaga keseimbangan antara perkembangan materi atau fisik dan perkembangan mental atau spiritual, sebagai nilai-nilai bersama dan tindakan universal bagi masyarakat Sumbawa lintas kelas sosial. Kajian ini menyimpulkan bahwa etika sabalong samalewa bagi masyarakat Sumbawa adalah suatu embodimen atau pengejawantahan nilai dan perangkat keramahtamahan (convivialisme) dalam pencapaian kehidupan harmonis antara warga dan lingkungannya melalui perwujudan nilai-nilai lokal dan praktik penghormatan terhadap penghuni lain di muka bumi agar tak musnah.

Kata Kunci

etika moral lokalembodimen (pengejawantahan)harmoni sosial dan lingkunganorang Sumbawaconvivialisme.etika moral lokalembodimen (pengejawantahan)harmoni sosial dan lingkunganorang Sumbawaconvivialisme.

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Jurnal Pemikiran Sosiologi

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Sabalong samalewa sebagai Etika Moral Orang Sumbawa | Jurnal Pemikiran Sosiologi | Publiora