Aplikasi Isotop Stabil Dalam Melacak Kontaminasi Airtanah di Sekitar TPA Sarimukti
Abstrak
TPA Sarimukti merupakan TPA yang dibangun sebagai pengganti TPA Leuwigajah yang mengalami longsor. Komposisi sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti sangat beragam. Sampah-sampah tersebut dapat mengandung bahan kimia non organik dan bahan kimia organik yang dapat membahayakan manusia bila konsentrasinya tinggi. Bahan kimia tersebut dibawa oleh air lindi (leachate) yang bergerak ke bawah melewati batuan yang mengalasi TPA ini sehingga dapat mencemari airtanah. Pengujian isotop stabil deuterium (δ2H) dan oksigen-18 (δ18O) yang didukung dengan data kimia airtanah dapat digunakan untuk mengetahui asal air sehingga dapat diketahui air yang terdapat pada lokasi tersebut telah bercampur dengan apa saja dan proses apa saja yang telah berlangsung di dalamnya. Sebanyak delapan sampel air diambil untuk digunakan dalam pengujian ion chromatography (IC), isotop deuterium (δ2H) dan oksigen-18 (δ18O). daerah penelitian menunjukkan bahwa terdapat konsentrasi Cl-, NO2-, HCO3-, Na+, serta NH4+ yang melebihi nilai ambang batas menurut Permenkes RI No.492/MENKES/PER/ IV/2010. Hal ini mungkin disebabkan karena adanya interaksi airtanah dengan polutan di sekitar daerah penelitian, seperti sampah, limbah rumah tangga, ataupun pupuk yang digunakan pada lahan pertanian. Hasil pengujian isotop deuterium (δ2H) dan oksigen-18 (δ18O) mencerminkan adanya percampuran antara air lindi dengan airtanah di daerah penelitian. Hal ini ditunjukkan oleh nilai isotop sampel A5, SW2, SW4, dan SP2 yang berada di antara airtanah yang belum terkontaminasi (SP1) dengan air lindi serta menjauhi garis LMWL. Kata Kunci: Air lindi, isotop stabil, pencemaran airtanah, Sarimukti, TPA
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Mineral, Energi, dan LingkunganArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
