Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Sundanese Pancatangtu: Local Political Wisdom and Its Relevance to Constitutional Ethics

Sarip Sarip*Abdul MuazUniversitas Muhammadiyah CirebonElya Kusuma DewiUniversitas Muhammadiyah Cirebon
Jurnal Konstitusi (Sinta 1)Vol. 22 No. 4 (2025)31 Desember 2025hal. 684-709
DOI10.31078/jk2245

Abstrak

Pancatangtu dalam tradisi Sunda merupakan sistem nilai dan struktur ketatanegaraan lokal yang bersifat non-hierarkis dan fungsional, namun masih terpinggirkan dalam diskursus hukum tata negara. Penelitian ini mendesak dilakukan untuk menggali potensi Pancatangtu sebagai sumber etika konstitusional yang berakar pada kearifan lokal. Dengan menggunakan metode normatif-reflektif dan pendekatan hermeneutika historis terhadap naskah-naskah klasik Sunda, ditemukan bahwa kelima unsur dalam Pancatangtu (Rama, Resi, Prabu, Disi, dan Tarahan) yang memuat prinsip kolektivitas, kesetaraan, dan keharmonisan sosial. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat konstitusi Indonesia yang menjunjung keadilan, demokrasi, dan hukum yang berkepribadian. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa integrasi Pancatangtu dapat memperkuat dimensi etis dalam penyelenggaraan kekuasaan, serta mendorong arah pengembangan hukum tata negara yang lebih kontekstual, inklusif, dan berkarakter kebangsaan.

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Jurnal Konstitusi

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Sundanese Pancatangtu: Local Political Wisdom and Its Relevance to Constitutional Ethics | Jurnal Konstitusi | Publiora