Strategi Kolaboratif Pentahelix Dalam Pembinaan Eks Narapidana Terorisme Untuk Penguatan Ketahanan Nasional di Kota Probolinggo
Abstrak
Fenomena re-radikalisasi eks narapidana terorisme merupakan ancaman serius bagi ketahanan nasional Indonesia, khususnya pada dimensi ideologi dan sosial. Fase pasca pembebasan menjadi tahap krusial dalam upaya pencegahan, terutama di wilayah non-konflik. Namun, pembinaan di tingkat lokal masih menghadapi tantangan berupa lemahnya kolaborasi lintas aktor dan belum terlembaganya tata kelola pembinaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pembinaan eks narapidana terorisme di tingkat lokal dengan menitikberatkan pada pola kolaborasi antaraktor dalam pendekatan Pentahelix. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Kota Probolinggo. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan dukungan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan masih didominasi aktor negara dan belum terlembaga secara kolaboratif. Pendekatan berbasis komunitas berkontribusi pada stabilitas sosial jangka pendek, namun memiliki keterbatasan struktural. Penelitian ini mengusulkan model pembinaan kolaboratif berbasis Pentahelix untuk memperkuat ketahanan nasional di tingkat lokal.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Ketahanan NasionalArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
