Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Partisipasi Masyarakat Dalam Kesenian Soreng Guna Meningkatkan Ketahanan Budaya (Studi Di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah)

Fitiriasari, paramitha Dyah
Jurnal Ketahanan Nasional (Sinta 2)Vol. 0 No. 030 Desember 2019
DOI10.22146/jkn.49801

Abstrak

ABSTRACT Soreng, a piece of folkdance from Magelang, had a special position for its society. This research aimed to understood and analysed the fabulous public participation in Banyusidi village, Pakis sub-district, Magelang district. People became an active participant to arised the existence of Soreng. It was also a good way to increased a cultural resilience. This research used a qualitative method and ethnography approach. The data was collected by literature study, observation, and interview to the artist and people around it. It had analysed by descriptive analytics ways. This research found the trichotomy of the artists, society, and tradition. They were three main pillars to preserved traditional performing art in the society. People could develop their skill, expression, and their own creativity. That activity increased the cultural resilience in society. It was an important things because the survival of an art depend on the social participation. Finally, art was supported to cultural resilience rising. ABSTRAK Kesenian Soreng di Kabupaten Magelang memiliki posisi khusus di hati masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentuk partisipasi masyarakat Desa Banyusidi Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang sangat besar dan terlihat di dalam kesenian soreng. Masyarakat dengan berbagai peran secara aktif menjadi bagian dalam kesenian soreng guna meningkatkan ketahanan budaya.Metode yang dipakai adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Melalui dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi dan wawancara kepada beberapa seniman dan masyarakat.  Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara analitik deskriptif.Hasil penelitian  ditemukan bahwa trikotomi antara seniman, masyarakat penyangga dan adat merupakan tiga pilar penyangga yang hingga kini dipandang cukup efektif untuk mempertahankan dan melangsungkan tradisi seni pertunjukan di daerah. Masyarakat dapat mengembangkan bakat, ekspresi dan kreativitas dengan porsi masing-masing. Hal semacam itu menyebabkan adanya peningkatan terhadap ketahanan budaya yang tampak di komunitas masyarakatnya. Oleh sebab itu sebuah kesenian tidak dapat bertahan lama ketika sudah tidak ada penyangga atau partisipasi dari masyarakat. Hal tersebut juga sangat identik dengan ketahanan budaya yang juga meningkat dengan adanya kesenian.

Kata Kunci

PartisipaiKesenianKetahanan Budaya

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Jurnal Ketahanan Nasional

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Partisipasi Masyarakat Dalam Kesenian Soreng Guna Meningkatkan Ketahanan Budaya (Studi Di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah) | Jurnal Ketahanan Nasional | Publiora