Upaya Indonesia Menciptakan Ketahanan Regional: Studi Kasus Konflik Laut Cina Selatan
Abstrak
Pada tahun 1996, Indonesia kembali menyelenggarakan lokakarya mengenai pengelolaan pot ensi konflik di Laut Cina Selatan. Lokakarya yang berlangsung di Batam, Riau, itu diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Luar Negeri Indonesia dan merupakan yang ketujuh kalinya. Lokakarya-lokakarya sebelumnya diadakan di Balikpapan (1995), Bukittinggi (1994), Surabaya (1993), Yogyakarta (1992), Bandung (1991) dan Denpasar (1990).Tulisan ini mengkaji peran Indonesia sebagai pihak ketiga dalam konflik di Laut Cina Selatan, salah satu konflik utama yang masih berlangsung di Asia Tenggara. Konflik ini dianggap sebagai salah satu masalah keamanan terpenting di kawasan yang sangat mementingkan pembangunan dan kerjasama ekonomi. Bagi negara-negara di kawasan, konflik tersebut menimbulkan ketidakamanan karena ketidakpastian batas-batas maritim yang, jika tidak dikelola dengan tepat, dapat mengarah ke konfrontasi militer. Untuk memahami peran Indonesia sebagai pihak ketiga dalam pertikaian, tulisan ini akan mendekati persoalannya dari perspektif studi-studi mediasi.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Ketahanan NasionalArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
