DETERMINAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENIKAH PADA REMAJA DI INDONESIA
Abstrak
Abstract Background: Making decisions to marry among teenagers will lead to high rates of child marriage before the age of 18, which will later have long-term risks for the health, psychological, and social problems of teenagers. Objective: Analyzing the determinants that influence the decision to marry among teenagers in Indonesia. Method: This study was cross-sectional by analyzing IDHS data in 2018, where the study sample was 10,619 women aged between 20-24 years who had been married before turning 18 years old. Results: about 72.2% of Indonesian adolescents participated in the decision to get married, another result of the study found that. The factors of sexual experience that were related to education (p-value: 0.001 and AOR:1.94 with 95% CI: 1.52-2.48), information exposure (p-value: 0.002 and AOR: 1.37 with 95% CI: 1.12-1.66) and sexual experiences (p-value=0.001 and AOR=0.64 with 95% CI=0.52-0.79). Education was The dominant variable that influenced the decision-making of marriage in adolescents was education. Conclusion: The decision-making of marriage in adolescents is influenced by education variables, information exposure, and sexual experiences Recommendation: enhancing adolescent participation in PIKRs: promoting healthy marriage and sexuality education through social media. Keywords: determinants, marriage decision-making, Indonesian teenagers. Abstrak Latar belakang: Memutuskan untuk menikah pada usia remaja dapat berdampak jangka panjang pada pada masalah kesehatan, psikologis dan sosial remaja. Tujuan: Mengetahui deteminan keputusan menikah pada remaja Indonesia. Metode: Penelitian ini berdesain cross sectional dengan menganalisis data SDKI tahun 2018, dimana sampel penelitian sejumlah 10.619 orang wanita berusia antara 20–24 tahun yang pernah menikah sebelum menginjak 18 tahun. Hasil: Sekitar 72,2% remaja Indonesia berpartisipasi dalam pengambilan keputusan untuk menikah, variabel pendidikan dengan nilai p-value=0,001 serta AOR=1,94 (95% CI=1,52-2,48), keterpaparan media dengan nilai p-value:=0,002 dan AOR=1,37 (95% CI=1,12-1,66) dan pengalaman seks dengan nilai p-value=0,01 dan AOR=0,64 (95% CI:0,52-0,79) berhubungan dengan pengambilan keputusan sendiri untuk menikah pada remaja, dan variabel yang dominan adalah variabel pendidikan. Kesimpulan: Pendidikan, keterpaparan informasi serta pengalaman seks remaja memiliki peran dalam keputusan menikah. Rekomendasi: Menggalakkan kampanye tentang pernikahan yang sehat serta edukasi seksualitas melalui media sosial serta meningkatkan peran remaja pada Pusat Konseling dan Informasi Remaja (PIKR) yang ada di sekolah. Kata kunci: determinan, pengambilan keputusan menikah, remaja Indonesia.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Kesehatan ReproduksiArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
