HUBUNGAN CYBERBULLYING DENGAN RISIKO IDE BUNUH DIRI PADA REMAJA
The relationship between cyberbullying and the risk of suicidal ideation in adolescents
Abstrak
Latar Belakang: Cyberbullying merupakan masalah serius yang dialami oleh hampir semua negara. Di Indonesia pengguna internet tertinggi adalah remaja, sehingga remaja berisiko mengalami cyberbullying. Cyberbullying adalah bullying yang dilakukan melalui media sosial. Bullying yang dilakukan baik secara tradisional maupun melalui media sosial memiliki dampak psikologis berupa perasaan sedih dan ide bunuh diri. Tujuan: Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara cyberbullying dengan risiko ide bunuh diri pada remaja Metodologi: penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 1.043 siswa dari sepuluh SMA Negeri dan empat SMK Negeri dengan random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square, uji Kruskal-Wallis, dan uji Mann-Whitney. Hasil: Sebanyak 21,0% remaja yang terlibat dalam cyberbullying berisiko memiliki ide bunuh diri. Terdapat hubungan antara cyberbullying dengan risiko ide bunuh diri pada remaja p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Risiko bunuh diri tidak hanya dialami oleh remaja yang terlibat sebagai korban cyberbullying tetapi juga berdampak pada remaja yang terlibat sebagai pelaku, maupun pelaku dan korban. Kata Kunci: cyberbullying, remaja, risiko bunuh diri
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Keperawatan PadjadjaranArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
