Serum Endothelin-1 Level >2.0 pg/mL associates with High-Risk Duke Treadmill Score among Chronic Coronary Syndrome Patients
Abstrak
Latar BelakangSindrom koroner kronis (CCS) berkontribusi terhadap morbiditas dan peningkatan risiko sindrom koroner akut dalam 5 tahun. Skor Treadmill Duke (DTS) merupakan stratifikasi risiko paling kuat berdasarkan uji latih jantung, yang memprediksi kelangsungan hidup 5 tahun. Pasien dengan DTS risiko tinggi (DTS ≤11) memiliki kelangsungan hidup yang paling rendah. Endotelin-1, suatu peptida vasokonstriktor poten, mempengaruhi kelangsungan hidup 5 tahun pada CCS. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara kadar endothelin-1 serum dan stratifikasi risiko DTS pada pasien CCS di Indonesia.MetodeDesain penelitian ini adalah potong lintang. Subjek penelitian adalah pasien CCS yang menjalani angiografi koroner secara berurutan. Data DTS dikumpulkan dari uji treadmill (TMT) sebelumnya, dan diklasifikasikan menjadi DTS risiko tinggi (DTS ≤-11) dan DTS risiko rendah-sedang (DTS >-11). Endotelin-1 diukur dari serum dengan metode ELISA. Kadar endotelin-1 yang tinggi didefinisikan sebagai > 2,0 pg/mL. Hubungan antar variabel dilakukan dengan analisis statistik, dengan nilai p <0,05 yang menunjukkan signifikansi statistik.HasilDari 183 pasien yang diikutsertakan, 103 dieksklusi. Delapan puluh subjek terdaftar dalam penelitian ini, dengan usia rata-rata 58,48±8,73 tahun dan sebagian besar (82,5%) laki-laki. Hipertensi (71,3%) dan riwayat SKA (52,5%) merupakan faktor dominan. Subjek dengan DTS risiko tinggi berjumlah 52,5%. Kadar endotelin-1 median adalah 1,8 pg/mL (kisaran: 0,4 - 6,8 pg/mL). Kadar endotelin-1 serum > 2,0 pg/mL dialami oleh 34 subjek (42,5%), di mana 23 subjek (67,6%) memiliki DTS risiko tinggi. Terdapat peningkatan risiko DTS risiko tinggi yang signifikan pada subjek dengan serum endothelin-1 >2,0 pg/mL (OR 2,97; 95% CI 1,18-7,51; p=0,020). Berdasarkan analisis bivariat, dua variabel, yaitu hipertensi (p=0,052) dan riwayat SKA (p=0,036), secara signifikan berhubungan dengan DTS risiko tinggi, bersama dengan kadar endothelin-1 >2,0 pg/mL (p=0,020). Dalam analisis multivariat, kadar endothelin-1 >2,0 pg/mL memiliki OR yang disesuaikan sebesar 1,75 (95% CI: 0,60-5,13, p=0,305), yang menunjukkan tidak ada hubungan independen yang signifikan secara statistik dengan DTS risiko tinggi. Hipertensi dan riwayat SKA memiliki hubungan yang independen dan signifikan dengan DTS risiko tinggi. Kesimpulan: Pada pasien CCS, peningkatan kadar endotelin-1 serum > 2,0 pg/mL berhubungan dengan penurunan angka harapan hidup 5 tahun, sebagaimana ditemukan kecenderungan DTS risiko tinggi dari pemeriksaan TMT. Namun, hubungan ini tidak independen, seperti pada hipertensi dan riwayat SKA.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Indonesian Journal of CardiologyArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
