Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Dyslipidemia management among patients with high and very high cardiovascular risk in Indonesia: a multi-center registry

Ng, SunantoSantoso, AnwarSukmawan, RenanErwinanto, ErwinantoAdam, ErikaDesandri, Dwita RianZahra, RitaWicaksono, Sony HilalPutra, Magma PurnawanHeriansyah, TeukuTiksnadi, Badai BhataraPintaningrum, Yusra
Indonesian Journal of Cardiology (Sinta 2)Vol. 0 No. 030 September 2025
DOI10.30701/ijc.1880

Abstrak

Latar Belakang Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, menghadapi tantangan signifikan dalam penyediaan layanan kesehatan yang adil karena disparitas geografis dan infrastruktur. Penyakit Kardiovaskular Aterosklerotik (ASCVD) tetap menjadi penyebab kematian utama, dengan lebih dari 659.000 kematian tercatat pada tahun 2019. Pengelolaan dislipidemia yang efektif sangat penting untuk mencegah kejadian buruk ASCVD. Sayangnya, kurangnya implementasi registri pengelolaan lipid nasional yang diperbarui mungkin menghambat strategi optimal untuk kejadian buruk tersebut. Penelitian ini mengevaluasi praktik pengelolaan kolesterol dislipidemia di antara pasien berisiko tinggi dan sangat tinggi di seluruh negeri. Metode Penelitian ini merekrut 322 pasien dari delapan pusat di enam provinsi di Indonesia antara Mei 2022 dan Maret 2023. Pasien dikelompokkan berdasarkan risiko ASCVD dan diikuti selama tiga kunjungan. Karakteristik klinis dasar, profil lipid, dan regimen pengobatan dianalisis. Statistik deskriptif merangkum variabel kontinu dan kategorikal, serta pencapaian kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL-C) dinilai. Hasil Dari 322 pasien, 98,8% termasuk dalam kategori berisiko sangat tinggi, dengan hanya 4,9% mencapai <55 mg/dL dan 21,2% mencapai <70 mg/dL. Statin intensitas sedang paling banyak diresepkan (51,2%), diikuti oleh intensitas tinggi (36,6%). Penurunan LDL-C paling signifikan pada pasien dengan asuransi swasta, mencapai rata-rata LDL-C 69,8 mg/dL pada kunjungan ketiga dibandingkan 98,9 mg/dL pada peserta Asuransi Kesehatan Nasional (Jaminan Kesehatan Nasional/JKN). Tingkat kunjungan yang terlewat meningkat seiring waktu, dengan 57,5% pasien melewatkan kunjungan ketiga, terutama di kalangan peserta JKN dan kelompok berpenghasilan rendah. Kesimpulan Mayoritas populasi gagal mencapai target tingkat LDL-C yang direkomendasikan. Pengelolaan dislipidemia di Indonesia tetap suboptimal, dengan disparitas yang didorong oleh faktor sosial-ekonomi. Kebijakan yang lebih baik untuk mengatasi ketersediaan obat, pendirian registri lipid nasional, dan akses layanan kesehatan yang adil sangat penting untuk meningkatkan pengelolaan lipid dan mengurangi beban ASCVD di Indonesia.

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Indonesian Journal of Cardiology

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Dyslipidemia management among patients with high and very high cardiovascular risk in Indonesia: a multi-center registry | Indonesian Journal of Cardiology | Publiora