Faktor Risiko Pneumonia Paska Operasi Bedah Pintas Arteri Koroner
Risk Factor for Postoperative Pneumonia after Coronary Artery Bypass Grafting
Abstrak
Latar Belakang: Pneumonia pascaoperasi (POP) merupakan komplikasi infeksi umum dari Bedah Pintas Arteri Koroner (BPAK), yang menyebabkan morbiditas, mortalitas, dan peningkatan biaya perawatan kesehatan yang signifikan. Studi ini menemukan bahwa prevalensi POP hampir dua kali lipat dari yang dilaporkan dalam studi sebelumnya, yang menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk mengidentifikasi faktor risiko spesifik. Temuan ini menekankan pentingnya data lokal dalam menyempurnakan strategi pencegahan dan meningkatkan hasil klinis pada pasien BPAK. Materi dan Metode: Ini adalah studi kohort retrospektif. Subjek terdiri dari pasien yang menjalani prosedur BPAK di satu institusi antara Juni 2020 dan Juni 2024. Model analisis regresi logistik untuk mengevaluasi risiko POP telah ditetapkan. Hasil: Studi ini mendapatkan tingkat kejadian pneumonia paska operasi (Posoperative Pneumonia/ POP) sebesar 41,7%, lebih tinggi dibandingkan kejadian yang dilaporkan dalam studi sebelumnya (2–24%). Faktor risiko utama meliputi peningkatan kadar kreatinin, eGFR <60 ml/menit/1,73 m², dan albumin paskaoperasi yang rendah. POP berkorelasi kuat dengan lama rawat inap, dengan OR 13,043 (95% CI: 6,130–27,751, p < 0,0001), menggambarkan dampak substansialnya pada pasien. Kesimpulan: Penelitian saat ini menggambarkan gangguan ginjal dan hipoalbuminemia paskaoperasi sebagai faktor risiko penting untuk kejadian POP setelah BPAK. Penelitian ini menekankan pentingnya intervensi per individual, praktik kelembagaan yang terstruktur, dan penelitian berkelanjutan untuk meningkatkan strategi pencegahan dan luaran pasien.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Indonesian Journal of CardiologyArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
