Protokol Latihan BEST yang Disesuaikan dalam Rehabilitasi Gagal Jantung
Tailored BEST Exercise Protocol in Heart Failure Rehabilitation
Abstrak
Pendahuluan Gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang berkurang (HFrEF) secara signifikan berkontribusi pada morbiditas dan mortalitas global, sehingga memerlukan program rehabilitasi yang efektif. Rehabilitasi berbasis latihan meningkatkan kapasitas fungsional dan kualitas hidup pada pasien HFrEF, meskipun responsnya bervariasi. Protokol latihan BEST (Breathing, Endurance, and Strengthening) yang disesuaikan menangani rehabilitasi kardiak dan ekstrakardiak, memberikan manfaat bagi semua pasien terlepas dari status responnya. Studi ini mengevaluasi efek protokol tersebut pada pasien HFrEF dan mengklasifikasikan respons berdasarkan perubahan VO2max. Metode Dalam studi etiologis dengan desain kohort prospektif ini, semua peserta menjalani program rehabilitasi jantung selama tiga bulan menggunakan Protokol Latihan BEST. Penilaian meliputi 6 minute walking test (6MWT), short physical performance battery (SPPB), kekuatan genggaman tangan, ekspansi dada, pengukuran ultrasonografi, dan kadar NT-proBNP sebelum dan sesudah intervensi, dengan perbandingan statistik dilakukan dalam dan antar kelompok. Pengelompokan tingkat responden didasarkan pada pencapaian jarak 6MWT di akhir program, dengan peningkatan ≥6% diklasifikasikan sebagai responden baik. Hasil Dari 107 pasien HFrEF (usia median 55 tahun, fraksi ejeksi 29,50±7,34%), 63,56% merupakan responden baik dan 36,44% responden kurang baik (<6% peningkatan). Responden baik menunjukkan peningkatan signifikan pada sebagian besar parameter ekstrakardiak, termasuk peningkatan jarak 6MWT sebesar 20% (470,96±69,21 meter pasca-rehabilitasi), ekspansi dada, kekuatan genggaman tangan, dan skor SPPB (p<0,001 untuk semua). Responden kurang baik juga mengalami peningkatan pada ekspansi dada, waktu duduk-berdiri, dan keseimbangan postural, meskipun peningkatan 6MWT lebih kecil (407,33±72,50 meter). Kadar NT-proBNP menurun pada kedua kelompok namun tidak signifikan secara statistik (p=0,288 dan 0,368 untuk responden baik dan kurang baik, secara berturut-turut). Kesimpulan Protokol Latihan BEST yang disesuaikan memberikan manfaat substansial pada aspek kardiak dan ekstrakardiak bagi pasien HFrEF dengan meningkatkan kapasitas fungsional dan kekuatan otot. Baik responden baik maupun kurang baik menunjukkan peningkatan yang signifikan, menunjukkan penerapan protokol yang luas. Namun, tidak adanya penurunan signifikan pada kadar NT-proBNP menunjukkan perlunya studi lebih lanjut mengenai biomarker kardiak. Tes 6MWT memberikan wawasan rehabilitasi yang dapat diakses, meskipun evaluasi yang lebih presisi seperti Cardiopulmonary Exercise Testing (CPET) dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang adaptasi kardiopulmoner.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Indonesian Journal of CardiologyArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
