Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Perubahan Elektrokardiografi Post-Intervensi pada Pasien dengan Atrial Septal Defect Secundum: sebuah Studi Observasional

Electrocardiographic Remodeling Before and After Interventional Closure of Secundum Atrial Septal Defects

Patimang, YuliusBastario, Andi RenataAlkatiri, Abdul HakimArmyn, Andi Alief UtamaIdris, IrfanAmir, MuzakkirNguyen, Dat T.Qanitha, Andriany
Indonesian Journal of Cardiology (Sinta 2)Vol. 0 No. 016 Desember 2025
DOI10.30701/ijc.1344

Abstrak

Latar belakang : Defek Septum Atrium (DSA) Sekundum merupakan salah satu bentuk defek jantung kongenital pintasan kiri ke kanan paling sering ditemukan yang menyebabkan aliran darah berlebih pada jantung kanan dan menginduksi perubahan geometri dan kelistrikan ruang jantung kanan. Elektrokradiogram (EKG) merupakan alat pemeriksaan non-invasif yang dapat diandalkan dalam mendeteksi berbagai pola kelistrikan yang dihasilkan DSA Sekundum yang dapat memberikan petunjuk penting dalam prosedur diagnostik. Setelah dilakukan penutupan pintasan, baik secara perkutan atau pembedahan, normalisasi rasio aliran akan menginduksi reverse remodelling yang merupakan salah satu faktor prognostik penting pasca penutupan defek. Studi ini bertujuan untuk melihat adanya reverse remodelling dalam aspek kelistrikan menggunakan EKG dalam jangka singkat (< 24 jam) dan panjang ( > 6 bulan) setelah penutupan defek.Metode : Kami melakukan skrining pada penderita DSA Sekundum yang datang ke RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo untuk dilakukan intervensi penutupan secara perkutan dan pembedahan. Setelah proses skrining, 54 subjek yang memenuhi syarat dimasukkan dalam studi ini. Data karakteristik dasar diambil dari rekam medis. Pengukuran EKG dilakukan saat penderita masuk rawat inap untuk data dasar pra-penutupan, dalam 24 jam dan 6 bulan pasca penutupan untuk data tindak lanjut. Setiap parameter EKG secara statisktik dilakukan perbandingan antara pengukuran pra-penutupan vs. < 24 jam pasca penutupan, dan pengukuran < 24 jam vs. > 6 bulan pasca penutupan menggunakan uji T berpasangan atau uji peringkat bertanda Wilcoxon.Hasil : Dalam analisis data pra-penutupan vs. < 24 jam pasca penutupan. Terdapat penurunan signifikan pada semua parameter EKG (amplitudo gelombang P 0.19 ± 0.04 vs. 0.11 ± 0.03 mv (p<0.001), durasi gelombang P 97.78 ± 11.94 vs. 75.35 ± 13.36 ms (p<0.001), interval PR 182.89 ± 26.47 vs. 156.83 ± 21.81 ms (p<0.001), durasi QRS 112.97 ± 14.84 vs. 88.31 ± 14.43 ms (p<0.001), aksis QRS 107.94 ± 23.00 vs. 95.25 ± 24.62 ˚ (p<0.001), interval QTc 403.84 ± 30.85 vs. 396.80 ± 33.76 ms (p 0.017), amplitudo gelombang R V1 0.74 ± 0.35 vs. 0.53 ± 0.24 mv (p<0.001). Dalam analisis data < 24 jam vs. > 6 bulan pasca penutupan. Terdapat juga penurunan signifikan pada semua parameter EKG (durasi gelombang P 75.05 ± 13.82 vs. 69.46 ± 11.84 ms (p<0.001), interval PR 155.53 ± 22.82 vs. 148.30 ± 19.34 ms (p<0.001), durasi QRS 89.74 ± 14.02 vs. 85.38 ± 14.22 ms (p<0.001), aksis QRS 94.80 ± 23.57 vs. 81.26 ± 22.96 ˚ (p<0.001), interval QTc 396.22 ± 33.70 vs. 384.40 ± 37.87 ms (p 0.020), amplitudo gelombang R V1 0.51 ± 0.24 vs. 0.32 ± 0.21 mv (p<0.001), kecuali amplitudo gelombang P (0.121 ± 0.03 vs. 0.119 ± 0.03 ms (p 0.321)). Kesimpulan : Studi kami menunjukkan adanya reverse remodelling pada sebagian besar parameter EKG pasca penutupan DSA Sekundum amplitudo gelombang P pada periode jangka panjang.

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Indonesian Journal of Cardiology

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Perubahan Elektrokardiografi Post-Intervensi pada Pasien dengan Atrial Septal Defect Secundum: sebuah Studi Observasional | Indonesian Journal of Cardiology | Publiora