Ratio C-Reactive Protein Terhadap Albumin Dalam Memprediksi Lauren Rumah Sakit Dan Jangka Panjang Pasien STEMI Dengan Infeksi SARS-CoV2 Yang Menjalani Terapi Fibrinolitik
C-Reactive Protein to Albumin Ratio Predict In-Hospital and Long-term Outcome of ST-Segment-Elevation Myocardial Infarction Patients with SARS-CoV2 Infection Underwent Fibrinolytic Therapy.
Abstrak
Latar Belakang: Pemilihan terapi reperfusi pada pasien STEMI dengan COVID-19 masih belum jelas. Rasio CRP terhadap Albumin (CAR) ditemukan sebagai prediktor beban trombus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan nilai prediktif CAR terhadap outcome rawat inap dan jangka panjang pasien STEMI COVID-19 yang diobati dengan fibrinolitik. Metode: 297 pasien COVID-19 dengan STEMI yang menjalani fibrinolitik terinklusi pada studi. Outcome di rumah sakit adalah mortalitas di rumah sakit akibat kematian kardiovaskular yang dibagi menjadi mortalitas <48 jam dan >48 jam, kegagalan fibrinolitik, dan syok kardiogenik. Kehadiran reinfarction pasca fibrinolitik dan kematian setelah pasien dipulangkan dinilai sebagai hasil jangka panjang. Hasil: Selama masa tindak lanjut, 19,8% mengalami kematian di rumah sakit dan 16,1% mengalami reinfark. Dalam hasil di rumah sakit, pasien dengan kematian di rumah sakit, gagal fibrinolitik dan syok kardiogenik memiliki CAR yang lebih tinggi (6,7+2.4 vs 4.7+1.9; 6.3+1.9 vs 2.1+1.6; 5.5+2.1vs1.8+1.5) dengan semua nilai p < 0,05. CAR dengan cut-off optimal >4,46 dapat menjadi prediktor kegagalan fibrinolitik dengan sensitivitas 86,7% dan spesifisitas 93,6% (PR19,82; 95%CI 10,32-38,06) dan prediktor kematian di rumah sakit <48 jam dengan sensitivitas sebesar 84,6% dan spesifisitas 82,7% (PR5.02; 95%CI 3,20-7,90). Dalam hasil jangka panjang, pasien yang mengalami reinfark dan kematian di luar rumah sakit memiliki CAR lebih tinggi (5.1+1.2vs2.5+2.4; 5.2+1.3vs2.6+2.4) dibandingkan mereka yang tidak mengalami kejadian tersebut masing-masing dengan semua p -nilai <0,05. CAR dengan cut-off optimal >3,67 dapat menjadi prediktor reinfark dengan sensitivitas 87,5% dan spesifisitas 73,5% (PR12.250; 95%CI 5.38-27.87). Model regresi Cox yang menunjukkan CAR >3,67 juga dikaitkan dengan kejadian reinfark yang lebih tinggi (p=0,001). Kesimpulan: CAR berpotensi menjadi prediktor hasil rawat inap dan jangka panjang pasien STEMI dengan COVID-19 yang dapat membantu menentukan pasien mana yang memerlukan strategi lebih invasif untuk mencegah mortalitas dan morbiditas.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Indonesian Journal of CardiologyArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
