Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Rasio Panjang Daun Posterior dengan Daun Anterior Katup Mitral pada Gambaran Ekokardiografi sebagai Parameter Sederhana untuk Menentukan Derajat Keparahan Stenosis Mitral

Posterior to Anterior Mitral Valve Leaflets Length Ratio as a Simple Parameter in Assessing the Severity of Mitral Stenosis

Syahputra, ZunaidiAkbar, Nizam ZikriKetaren, Andre PashaHasan, Harris
Indonesian Journal of Cardiology (Sinta 2)Vol. 0 No. 030 Oktober 2017
DOI10.30701/ijc.v38i1.674

Abstrak

Latar Belakang: Penentuan derajat keparahan stenosis mitral merupakan hal yang penting dalam diagnostik, prognostik, dan terapi pada pasien stenosis mitral. Transthorakal Ekokardiografi (TTE) masih merupakan standar baku dalam menentukannya. American Society of Echocardiography (ASE) merekomendasikan penggunaan metode planimetri dan pressure half time pada ekokardiografi dalam menentukan derajat keparahan stenosis mitral. Namun kedua parameter ini juga memiliki beberapa kekurangan. Planimetri akurat, tetapi sulit untuk dipakai pada penebalan katup yang berat dan sangat tergantung operator, begitu juga dengan pressure half time yang ditentukan oleh preload dan daya regang ventrikel. Parameter-parameter ekokardiografi ini dalam aplikasinya memerlukan fasilitas ekokardiografi yang memadai, ironisnya hal ini terkadang tidak tersedia di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji rasio panjang daun posterior dengan daun anterior pada katup mitral secara ekokardiografi sebagai parameter sederhana dalam menentukan derajat keparahan stenosis mitral, yang dapat digunakan dengan alat ekokardiografi sederhana ataupun USG.Metode: Analisis studi potong lintang dari 75 pasien stenosis mitral yang menjalani pemeriksaan ekokardiografi di Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan. Pemeriksaan planimetri dan pressure half time dilakukan dalam menentukan derajat keparahan stenosis mitral serta panjang daun posterior dengan daun anterior pada potongan parasternal long axis diukur saat end diastole. Secara statistik dilakukan analisis hubungan yang kuat antara rasio panjang daun posterior dan daun anterior katup mitral dengan luas area katup mitral secara planimetri. Dilakukan pula analisis terhadap variabilitas intra- dan inter-observer.Hasil: Dari 75 pasien stenosis mitral yang menjalani pemeriksaan ekokardiografi, diperoleh 61,3% stenosis mitral berat, 32% stenosis mitral sedang, dan 6,7% stenosis mitral ringan. Rasio panjang daun posterior dengan daun anterior katup mitral dengan titik potong<0,68 dapat membedakan stenosis mitral berat dengan stenosis mitral tidak berat, dengan sensitivitas sebesar 97%, spesifisitas sebesar 93%, nilai duga positif sebesar 96%, dan LR(+) sebesar 13,85. Uji variabilitas inter-observer dan intra-observer menunjukan hasil yang baik pada parameter ini (Kappa 0,760 – 0,765, p<0,001). Uji Hosmer-Lemeshow menunjukkan parameter ini layak dan dapat diinterpretasi (p>0,05).Kesimpulan: Rasio panjang daun posterior dengan daun anterior katup mitral secara ekokardiografi dapat digunakan sebagai parameter sederhana dalam menentukan derajat keparahan stenosis mitral dengan sensitivitas dan spesifisitas yang baik.

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Indonesian Journal of Cardiology

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Rasio Panjang Daun Posterior dengan Daun Anterior Katup Mitral pada Gambaran Ekokardiografi sebagai Parameter Sederhana untuk Menentukan Derajat Keparahan Stenosis Mitral | Indonesian Journal of Cardiology | Publiora